Cerita Rakyat dan Metode Alamiah


MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR
“ Cerita Rakyat dan Metode Alamiah”



 
  
   NAMA    : LATIFA SEKAR PALUPI
     NPM      : 13518751
    KELAS   : 1PA03
     DOSEN  : APRILIA MAHARANI AYUNINGSIH


MALIN KUNDANG




            Dahulu kala hiduplah seorang anak laki-laki yang bernama Malin Kundang. Selama ini ia hanya menjalani hidup berdua dengan Sang Ibu, karena Ayahnya tidak pernah lagi kembali sejak ia merantau dulu. Mereka berada dalam keluarga yang tidak berkecukupan, sehingga Malin memiliki keinginan untuk pergi merantau, karena ia sering memperhatikan banyak orang yang pergi merantau dan kembali menjadi orang yang kaya. Pada saat itu, ia sangat menginginkan kehidupan keluarganya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Malin berusaha untuk meminta izin dari Ibunya untuk pergi merantau, namun Ibunya menolak dengan alasan bahwa ia tak ingin kehilangan anak semata wayangnya setelah pengalaman pahitnya kehilangan suami tercinta. Namun setelah Malin menjelaskan niat baik dan janjinya untuk tidak melupakan Ibunya setelah sukses nanti, akhirnya Sang Ibu memberinya izin untuk pergi merantau.
          Pagi hari Malin Kundang bersiap-siap untuk pergi. Ia meminta doa restu dari Ibunya agar semua yang akan dilakukannya kelak mendapat kemudahan. Dengan berat hati Ibunya melepas Malin Kundang bersama dengan kapal yang semakin lama semakin menjauh dari pandangannya. Saat diperantauan, Malin bertemu dengan saudagar kaya raya yang memiliki seorang anak gadis. Malin jatuh cinta pada pandangan pertama dengan anak gadis itu. Tak lama kemudian, Malin menikahi anak gadis saudagar kaya raya tersebut.

                       

         Beberapa waktu kemudian, Malin kembali ke kota asal bersama istrinya. Teman Malin saat ia belum pergi merantau melihat kedatangannya dan memberi tahu hal tersebut kepada Ibu Malin. Saat itu pula Sang Ibu mengampirinya. Namun, Malin Kundang tidak mengakui bahwa itu Ibunya. Saat istrinya bertanya, ia mengatakan bahwa Ibunya sudah meninggal. Dan wanita tua yang ada dihadapannya hanya orang gila yang mengaku-ngaku sebagai Ibunya. Saat itu, Ibu Malin sakit hati kepada anaknya. Ia meminta kepada Tuhan untuk mengutuknya menjadi batu karena sudah durhaka kepada wanita yang sudah melahirkan dan membesarkan selama hidupnya.






Hikmah yang dapat diambil dalam cerita rakyat diatas adalah janganlah durhaka kepada orang tua yang sudah melahirkan dan membesarkan kita. karena doa seorang Ibu yang tulus kepada anaknya pasti akan menjadi kenyataan. Jika tidak mampu memberikan sesuatu kepada orang tua kita, maka cukup dengan menghormati dan tidak menyakiti hatinya.





METODE ILMIAH



Penemuan Masalah :
    Untuk membuat metode ilmiah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menemukan masalah.
Contoh : “ Efek Kentang setelah di Kupas.”


  

Rumusan Masalah :
Setelah menemukan masalah, langkah kedua adalah merumuskan suatu masalah. Contohnya :
1.    Bagaimana perubahan fisik pada kentang setelah dikupas?
2.    Apa yang menyebabkan kentang berubah warna setelah dikupas?
3.    Bagaimana cara agar kentang tidak berubah warna setelah dikupas?
4.    Apa akibat mengkonsumsi kentang yang berubah warna?
Hipotesis :
Hipotesis adalah dugaan sementara dari suatu masalah yang akan dipecahkan, yaitu sebagai berikut :
1.    Perubahan fisik yang terjadi adalah perubahan warna kecoklatan atau hijau pada kentang.
2.    Adanya suatu zat yang tidak dapat bersinggungan langsung dengan oksigen atau kentang mengandung racun.
3.   Kentang direndam air agar tidak mengalami perubahan warna.
4. Mengkonsumsi kentang yang berubah warna dapat mengakibatkan beberapa penyakit dan kualitas kentang.
Selain itu, juga ada variabel yang dapat mempengaruhi pengujian suatu hal :
a.  Variabel bebas : variabel yang sengaja dibuat berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.
     Contoh : diberi air, tidak diberi air,                      ditempat gelap, ditempat terang.
b.    Variabel terikat : variabel yang merupakan akibat atau hasil dari variabel bebas.
 Contoh : perbedaan kentang yang sudah dikupas diletakkan dalam air atau  tidak   diletakkan dalam air, dan perbedaan kentang yang diletakkan pada tempat yang   terpapar sinar matahari atau tempat yang gelap.
c.  Variabel kontrol : variabel yang diperlakukan secara sama antara yang satu   dengan yang lainnya.
 Contoh : kentang yang dikupas                    dan kentang yang tidak dikupas.

Deduksi dari hipotesis :
Kentang adalah tumbuhan yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut juga sebagai kentang. Selain nasi, kentang juga mengandung karbohidrat. Selain itu, kentang juga mengandung vitamin, asam folat, mineral, protein, karotenoid, dan polifenol, serta zat solanin.
Sebelum dikonsumsi, kentang harus dikupas terlebih dahulu. Namun setelah dikupas, kentang biasanya mengalami perubahan warna seperti kecokelatan atau kehijauan. Kentang yang sudah dikupas tidak dapat langsung bersentuhan dengan udara bebas. Perubahan warna menjadi cokelat dikarenakan adanya browning enzimatic yaitu proses oksidasi dari enzim peroksidase dan katalase yang dikandung kentang. Sedangkan kentang yang berubah menjadi hijau disebabkan oleh kandungan zat solanin yang tinggi pada kentang.
Ada beberapa cara agar kentang tidak mengalami perubahan warna menjadi cokelat, yaitu :
  1.           Rendam kentang yang telah dikupas ke dalam air.
  2.      Rendam kentang ke dalam larutan garam dapur dan kapur sirih.
  3.      Atau dengan blanching. Kentang direbus kedalam air selama 1 menit,kemudian letakkan di air dingin.
Sedangkan untuk kentang yang berubah warna menjadi hijau, cukup letakkan kentang di tempat yang gelap. Karena jika diletakkan ditempat yang terpapar sinar matahari, maka hal itu akan membuat zat solanin pada kentang semakin tinggi.
Kentang yang berubah warna menjadi cokelat memang tidak mempengaruhi rasa tetapi membuat tampilan kentang menjadi kurang menarik. Tapi berbeda dengan kentang yang warnanya berubah menjadi hijau. Karena zat solanin yang tinggi, maka kentang tersebut berbahaya untuk dikonsumsi karena dapat mengakibatkan beberapa penyakit seperti terganggunya sistem saraf, terbakar tenggorokan, sakit kepala, sakit tungkai, dan badan mendingin. Apabila sudah mengkonsumsi secara berlebihan dapat berakibat fatal. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan memberi arang aktif atau norit, cuci lambung, dan diberikan cairan infus.

Pengujian hipotesis :
Yang pertama, menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan selama pengujian berlangsung. Alat bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah kentang, pisau untuk mengupas kulit kentang, air bersih dan air dingin, garam, kapur sirih, panci, dan kompor.
Selanjutnya, pemilihan cara atau tahap untuk membuktikan suatu pengujian tersebut seperti yang ada di bawah ini :
        1.    Kupas kentang dan diamkan selama beberapa waktu, maka kentang akan berubah      menjadi cokelat.
        2.    Setelah itu, kupas kentang kedua dan letakkan kentang ke dalam air bersih.
        3.    Atau dengan cara kedua, setelah kentang dikupas letakkan ke dalam larutan garam dan kapur sirih.
        4.    Atau dengan cara ketiga, rebus kentang yang belum dikupas selama 1 menit dan letakkan ke dalam air dingin.
        5.    Agar tidak menjadi hijau, letakkan kentang pada tempat yang tidak terpapar oleh sinar matahari.
Selain itu, hal yang harus di perhatikan dalam pengujian adalah waktu. Jika hal-hal tersebut dilakukan dengan benar, maka tidak akan terjadi perubahan warna pada kentang yang telah dikupas.

Penerimaan hipotesis menjadi teori dan kesimpulan :
Dalam tahap ini, kesimpulan menjawab dugaan dari hipotesis yang telah dipaparkan pada tahap sebelumnya. Hipotesis dapat diterima dan dijadikan sebuah teori jika hasil pengujian sesuai. Tetapi jika tidak sesuai, maka hipotesis tidak dapat diterima sebagai teori yang sebagaimana terdapat di kesimpulan.
Contoh : dari pengujian diatas, maka teknik setelah pengupasan kentang sangat berpengaruh pada kualitas warna kentang. Terjadinya oksidasi dan meningkatkan zat solanin dapat dicegah dengan beberapa hal yang sudah dipaparkan pada pengujian hipotesis tersebut. Sehingga kentang tetap memiliki warna yang baik dan tidak mengalami perubahan menjadi kecokelatan ataupun kehijauan.

Mempublikasikan hasil pengujian/percobaan :
Saat hasil dinyatakan dapat diterima dan sesuai antara hipotesis dan hasil akhir pengujian, maka tahap terakhir yang dilakukan adalah mempublikasikan hasil tersebut kepada orang lain dengan berbagai cara seperti mempresentasikan hasil tersebut dengan sistematis sehingga dapat dimengerti dan diterima oleh orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dampak Negatif Penggunaan Internet

Internet Addiction