Dampak Negatif Penggunaan Internet


PSIKOLOGI & TEKNOLOGI INTERNET

Tugas 3 : Dampak Negatif Penggunaan Internet
  



                                          Disusun oleh :

          Apipah               10518983
Latifa Sekar Palupi   13518751
Nadhira Salsabila      15518116
Nadya Halfitasari      15518158
Ravilah Jihan Madani 15518934
Wahyu Indah Jatifah   17518288

Kelas : 2PA08

                                  Universitas Gunadarma
                                          ATA 2019/2020






Dampak Negatif Internet

Kecanduan Internet, Remaja Potong Tangan hingga Putus
 

Perbuatan seorang pemuda 19 tahun asal kota Nantong, Tiongkok ini benar-benar membuat geleng kepala. Dia memotong hingga putus tangan kirinya sendiri sebatas pergelangan dengan memakai sebuah pisau dapur. Si pemuda yang namanya tak disebutkan itu, menurut laporan The Telegraph yang dikutip Kompas Tekno, Minggu (8/2/2015), rupanya berpikiran ingin menyembuhkan diri sendiri dari “penyakit” kecanduan internet. Sayang, cara yang ditempuhnya terbilang ekstrim dan membuat miris. “Kami tak bisa menerima apa yang telah terjadi. Ini benar-benar tak disangka. Dia seorang anak yang pintar,” ujar ibu sang pemuda kepada wartawan. Si ibu mengatakan bahwa pada Rabu (4/2/2015) lalu anaknya itu menghilang dari kamar rumah sekitar pukul 11 malam.
Di tempat tidurnya hanya terdapat lembaran kertas berisi tulisan pemberitahuan. “Ibu, saya pergi ke rumah sakit sebentar,” bunyi tulisan tersebut. “Jangan khawatir karena saya akan pulang ke rumah malam ini.” Rupanya sang pemuda yang hanya diidentifikasi dengan nama “Little Wang” itu diam-diam ke luar rumah dan memotong tangannya di sebuah kursi taman. Dia kemudian memanggil taksi untuk pergi ke rumah sakit, sementara potongan tangannya ditinggalkan tergeletak begitu saja di tanah.
Tim dokter di sebuah rumah sakit universitas setempat berhasil menyambungkan potongan tangan sang pemuda setelah ditemukan dan dibawa oleh polisi, tetapi belum diketahui apakah si pemuda nekat bakal kembali bisa menggunakan tangannya seperti dulu atau tidak. Pecandu internet “Little Wang” adalah satu dari sekitar 24 juta “web junkie” atau pecandu internet yang diperkirakan berada di Tiongkok, negeri dengan jumlah populasi online sebesar 649 juta. Pecandu internet adalah mereka yang demikian sering menghabiskan waktu di dunia maya sehingga seringkali melewatkan sekolah, atau bahkan jarang meninggalkan kamar tidur karena sibuk beraktivitas di ranah internet. Di Tiongkok pun belakangan banyak bermunculan klinik dan pusat pelatihan ala militer untuk mengakomodir para pecandu internet yang ingin rehabilitasi.
Psikolog Tao Ran yang mengelola salah satu pusat rehabilitasi web junkie di Beijing mengatakan bahwa sekitar 14 persen pemuda di Tiongkok kini diperkirakan mengalami kecanduan internet. “Mereka (pecandu internet) hanya melakukan dua hal, yakni tidur dan bermain (online),” kata Tao. Fenomena ini pun telah menarik perhatian kaum politisi di  Tiongkok dan wilayah Asia Timur. Bulan lalu, misalnya, pemerintah Taiwan mengesahkan peraturan di mana orang tua bisa didenda jika membiarkan anaknya menggunakan “perangkat elektronik” dalam waktu lama. Di Jepang, pusat-pusat “puasa internet” didirikan menyusul laporan yang menyebutkan bahwa ratusan ribu remaja di negeri sakura telah “menelantarkan” dunia nyata dan lebih giat berinternet. Di Tiongkok sendiri, di kota Shanghai, para orang tua diharuskan mencegah anaknya “merokok, minum alkohol, berkeliaran di jalan, serta terlalu asyik dengan mainan online dan online”. Tao mengatakan bahwa langkah-langkah yang lebih tegas perlu dilakukan dalam menyikapi para pecandu internet. Anak-anak di bawah 7 tahun, menurut dia, harus dijauhkan dari internet dan game online. Remaja di bawah 18 tahun pun disebutnya perlu dilarang masuk ke kafe internet.

Analisis Dampak Negatif Internet :
Berdasarkan contoh kasus di atas, terlihat tindakan “Little Wang” yang gegabah dalam menghadapi suatu masalah. Padahal, ada cara lain yang mungkin lebih tepat untuk mengatasi kecanduan internet. Dia bukan lagi remaja di bawah umur, tetapi pengawasan orang tua tetap di butuhkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Setidaknya orang tua memberikan edukasi yang tepat dalam menggunakan internet dan memberikan batasan – batasannya, sehingga si anak bisa  seimbang dalam membagi waktu antara bermain game online, sekolah, dan kegiatan lainnya. Selain itu, untuk menghilangkan kecanduan internet juga perlu kesadaran dalam diri orang tersebut, bahwa menggunakan internet secara berlebihan dapat berbahaya bagi perkembangan mentalnya. Maka dari itu, perlu ada dukungan dari internal dan eksternal. Keterlibatan eksternal juga sangat penting untuk meminimalisir kecanduan internet pada anak, contohnya dengan mengajak berbicara anak atau bermain sekedar menghilangkan rasa jenuh. Karena, seseorang dapat menjadi kecanduan salah satunya karena merasa kurangnya perhatian dari orang sekitar dan membuatnya mencari pelarian untuk menghibur atau menjadi temannya.
Jika dikaitkan dengan teori perkembangan kognitif, usia “Little Wang” menginjak 19 tahun dan ini termasuk pada tahap operasional formal dimana pada usia ini seseorang dapat berpikir secara abstrak, menalar secara logis dan probabilitas, hipotesis, deduktif dan induktif,  dan dapat menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Maka dari itu, seharusnya “Little Wang” bisa memecahkan masalah terkait kecanduan internet yang di alaminya dengan cara-cara yang tepat dan dapat dipahami, bukan dengan cara yang bisa menyakiti diri sendiri. Namun kembali lagi, ada beberapa orang yang tidak sepenuhnya bisa mencapai tahap perkembangan ini (operasional formal). Sehingga ia tidak mempunyai keterampilan berpikir sebagai orang dewasa dan tetap menggunakan penalaran dari tahap-tahap perkembangan sebelumnya.



KESIMPULAN

            Pengaruh internet pada perilaku manusia memiliki dampak positif dan negatif tergantung bagaimana cara seseorang  menggunakannya. Ketika seseorang menggunakan internet untuk hal-hal yang bermanfaat dan jelas, maka pengaruh internet akan sangat menguntungkan kehidupan. Tetapi jika seseorang menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak baik, berlebihan, dan merugikan, maka pengaruh internet tersebut akan berdampak negatif.
Dampak negatifnya akan merugikan diri-sendiri dan orang lain seperti pada kasus kedua yaitu memotong tangannya sendiri karena ingin menghilangkan rasa candu yang berlebih pada internet. Maka dari itu, pengaruh internet sangat ditentukan oleh penggunany.  Ketika penggunanya memanfaatkan internet untuk hal-hal yang tidak baik, maka dampaknya akan bernilai negatif.





DAFTAR PUSTAKA

Oik Yusuf. 2015. Kecanduan Internet, Remaja Potong Tangan hingga Putus di https://tekno.kompas.com/read/2015/02/08/20450067/Kecanduan.Internet.%09Remaja.Potong.Tangan.hingga.Putus?page=all (di akses pada 23 Maret 2020).
Suparno, Paul. 2012. Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Rakyat dan Metode Alamiah

Internet Addiction