Dampak Positif Penggunaan Internet


PSIKOLOGI & TEKNOLOGI INTERNET
Tugas 2 : Dampak Positif Penggunaan Internet
 
  


Dosen Pembimbing :
Jessica Johanna

                                         Disusun oleh :

      Apipah               10518983
Latifa Sekar Palupi   13518751
Nadhira Salsabila      15518116
Nadya Halfitasari      15518158
Ravilah Jihan Madani 15518934
Wahyu Indah Jatifah   17518288

Kelas : 2PA08

                                 Universitas Gunadarma
                                         ATA 2019/2020








Dampak Positif Internet


Dampak Positif Internet bagi Industri Real Estate

Internet telah mengubah seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia, mulai dari mengubah kebiasaan mereka dalam memposting kegiatan liburan hingga cara membeli properti. Di industri real estate, internet ikut memberi banyak perubahan. Kini semakin banyak orang di negara berkembang meninggalkan cara tradisional dalam membeli rumah dan lebih mengandalkan pencarian daring. Tren ini semakin hits seiring dengan penetrasi internet di negara berkembang, khususnya Asia dan Amerika Latin.
Di Bangladesh, misalnya, 30% masyarakat kini telah menggunakan internet. Jumlah ini meningkat sekitar 12% sejak Januari 2014. 70% dari jumlah kunjungan web di Bangladesh didapat dari akses internet melalui telepon genggam dan 29% didapat dari akses melalui komputer atau laptop. Sementara di Pakistan, komputer ternyata lebih populer dibanding dengan di Bangladesh, hal tersebut terlihat dari jumlah pengunjung lamudi.pk yang 68% -nya diakses melalui komputer.
Sedangkan di Sri Lanka, penetrasi internet bisa dikatakan masih cukup rendah (sekitar 20 and 25%). Namun, angka ini ternyata menunjukkan pertambahan yang cepat tentang penetrasi internet di Sri Lanka. Menariknya, sebagian besar pencarian properti di Sri Lanka banyak adalah dari investor internasional yang berniat menambah investasi propertinya di sini.

1. Online dan Transparan
Masyarakat kian mencari cara yang lebih nyaman untuk mencari properti. Para pemburu hunian di era digital sekarang ini mendambakan kemudahan akses; mereka ingin membeli dan menjual properti dengan mudah dimana saja, kapan saja. Inilah mengapa aplikasi dan website pencarian properti menjadi lebih populer dibanding sebelumnya. Keamanan daring semakin kuat dan orang kian tertarik untuk mengunjungi portal properti online.
Menurut pendiri Lamudi Indonesia, Mart Polman, 0rang-orang kian meninggalkan cara lama seperti mencari, menjual, membeli properti lewat iklan di koran atau selebaran. “Kita dapat lihat, sekarang orang membuka aplikasi Lamudi ketika dalam perjalanan menuju kantor, pada saat makan siang atau kapanpun mereka memiliki waktu luang," ujarnya.
"Sebelumnya, mencari properti dijual atau disewakan sangatlah sulit, namun kini itu bukan masalah besar lagi karena orang bisa mencari properti yang diidamkan kapan saja mereka mau." tambahnya. Para pencari rumah di negara berkembang sangat menyukai mencari properti melalui cara online karena data dan informasi yang tersedia sangat transparan.

2. Pilihan Perangkat, Demografi dan Tren Virtual Reality
Untuk mengakses portal properti online, kita tak perlu lagi susah-susah harus duduk di depan komputer dan login. Perkembangan ponsel pintar di negara berkembang membuat pencari rumah yang mengakses aplikasi Lamudi lewat HP meningkat drastis.
Umumnya, anak muda kini lebih sering menggunakan cara online untuk mencari rumah. Di Meksiko, masyarakat yang berusia antara 25 - 34 tahun lebih senang mencari properti melalui Lamudi. Sebuah survei terbaru menunjukkan 60.1% dari pencari properti di Meksiko adalah wanita.
Data dari Bangladesh menunjukkan bahwa 70% traffic web dihasilkan dari telepon genggam dan 29% dari komputer atau laptop. Akan tetapi, secara umum, jumlah pencari properti melalui komputer masih lebih banyak daripada yang menggunakan HP.Di Pakistan, hanya 7% dari pengguna Lamudi yang mengakses web dari tablet. Bukanlah hal yang mengagetkan jika di tahun-tahun mendatang jumlah ini akan terus bertambah, karena tablet kini harganya makin murah dan mudah digunakan.
Teknologi terbaru dalam pencarian properti secara online yang mungkin akan booming di masa mendatang adalah virtual reality (VR). Kini, mulai banyak orang yang membeli perlengkapan VR seperti headset dan lain-lain. Hal itu membuat kita tidak sabar untuk segera melihat apa dampak VR pada bidang real estate di masa mendatang.

Analisis Dampak Positif Internet :
Ada tiga tradisi besar orientasi teori Psikologi dalam menjelaskan dan memprediksi perilaku manusia. Pertama, perilaku disebabkan faktor dari dalam (deterministik). Kedua, perilaku disebabkan faktor lingkungan atau proses belajar. Ketiga perilaku disebabkan interaksi manusia-lingkungan.
Perilaku terbentuk karena pengaruh umpan balik (pengukuh positif dan negatif) dan pengaruh modelling. Dilukiskan bahwa manusia sebagai black-box yaitu kotak hitam yang siap dibentuk menjadi apa saja. Dalam Psikologi Lingkungan, teori yang berorientasi lingkungan, salah satu aplikasinya adalah geographical determinant yaitu teori yang memandang perilaku manusia lebih ditentukan faktor lingkungan dan teori tingkat adaptasi.
Dalam teori tingkat adaptasi berasumsi bahwa tingkat rangsang menengah adalah tingkat yang dapat memaksimalkan perilaku. Tingkat rangsang yang berlebihan dan tingkat rangsang yang sangat sedikit ditengarai oleh para ahli psikologi lingkungan memiliki efek merugikan terhadap keadaan emosi dan perilaku seseorang. Tokoh-tokoh teori tingkat adaptasi ini adalah Helson dan Wohlwill (dalam Veitch & Arkkelin, 1995). Sementara sebagian besar ahli psikologi lingkungan menekankan kajiannya pada saling hubungan antara organisme dan lingkungan, teori tingkat adaptasi mengkaji secara spesifik pada 2 proses yang mewarnai hubungan itu, yaitu proses adaptasi (adaptation) dan penyesuaian diri (adjustment). Dalam kehidupan, organisme melakukan mekanisme adaptasi dan penyesuaian diri pada saat menghadapi rangsang lingkungan. Adaptasi adalah perubahan respon perilaku agar sesuai dengan keadaan lingkungan, sedang penyesuaian adalah perubahan lingkungan agar sesuai dengan perilaku. Contoh mekanisme adaptasi jika dikaitkan dengan kasus diatas adalah seseorang memutuskan mengandalkan pencarian daring untuk membeli properti. Sedangkan untuk contoh penyesuaian diri adalah orang membuat aplikasi lamudi.pk untuk memudahkan oranglain dalam mencari properti. Kedua mekanisme itu memiliki tujuan agar suatu lingkungan kembali dalam keadaan serba seimbang bagi keadaan dan perilaku manusia.
Seseorang dikatakan memiliki penyesuaian diri dan adaptasi yang baik jika mampu melakukan respon-respon yang matang, efisien, memuaskan, dan sehat. Dikatakan efisien artinya mampu melakukan respon dengan mengeluarkan tenaga dan waktu sehemat mungkin. Dikatakan sehat artinya bahwa respon-respon yang dilakukannya sesuai dengan hakikat individu, lembaga, atau kelompok antar individu. Bahkan dapat dikatakan bahwa sifat sehat ini adalah gambaran karakteristik yang paling menonjol untuk melihat atau menentukan bahwa suatu penyesuaian diri dan adaptasi itu dikatakan baik..



KESIMPULAN

Pengaruh internet pada perilaku manusia memiliki dampak positif dan negatif tergantung bagaimana cara seseorang  menggunakannya. Ketika seseorang menggunakan internet untuk hal-hal yang bermanfaat dan jelas, maka pengaruh internet akan sangat menguntungkan kehidupan. Tetapi jika seseorang menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak baik, berlebihan, dan merugikan, maka pengaruh internet tersebut akan berdampak negatif.
Seperti pada kasus di atas dampak positifnya dapat membuat aplikasi lamudi.pk untuk memudahkan oranglain dalam mencari property sehingga suatu lingkungan kembali dalam keadaan serba seimbang bagi keadaan dan perilaku manusia.
Maka dari itu, pengaruh internet sangat ditentukan oleh penggunanya. Ketika penggunanya memanfaatkan internet untuk hal-hal yang baik, maka dampaknya akan bernilai positif.




\

DAFTAR PUSTAKA

Achmad Rouzni Noor. 2016. Dampak Positif Internet Bagi Industri Real Estate di https://inet.detik.com/cyberlife/d-3269801/dampak-positif-internet-bagi-industri-real-estate/%20%20(06 (di akses pada 23 Maret 2020).
Hanurawan, F. 2008. Psikologi Lingkungan. Malang: Universitas Negeri Malang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Rakyat dan Metode Alamiah

Dampak Negatif Penggunaan Internet

Internet Addiction