Latifa Sekar Palupi
MAKALAH
ILMU
BUDAYA DASAR
"Manusia dan Keindahan serta Manusia dan Tanggung Jawab"
"Manusia dan Keindahan serta Manusia dan Tanggung Jawab"
Nama : Latifa Sekar Palupi
NPM :
13518751
Kelas :
1PA03
UNIVERSITAS
GUNADARMA
Jl. Akses UI Kelapa Dua, Cimanggis 16951
Jl. Akses UI Kelapa Dua, Cimanggis 16951
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan rahmat maupun hidayah-Nya, sehingga saya mampu menyelesaikan makalah
yang berjudul “Manusia dan Keindahan” dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Saya
mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang turut berpartisipasi dalam
pembuatan makalah ini, sehingga dapat terselesaikan dalam jangka waktu yang
telah ditentukan.
Dalam
makalah ini tentu saja masih jauh dari kata sempurna. Maka dari itu, kritik dan
saran yang membangun sangat diperlukan untuk menjadikan makalah ini lebih baik
dari sebelumnya. Harapan saya adalah makalah ini dapat bermanfaat dan membantu
penulis maupun pembaca dalam menyelesaikan tugas di kemudian hari.
Jakarta, 11
Oktober 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR.........................................................................................ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................1
A. Latar belakang.....................................................................................1
B. Rumusan
masalah...............................................................................2
C. Tujuan.................................................................................................3
D. Manfaat ..............................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................5
A. Pengertian keindahan..........................................................................5
i.
Kontemplasi dan
ekstansi....................................................11
ii. Sebab manusia
menciptakan keindahan...............................11
iii. Makna keindahan................................................................12
iii. Makna keindahan................................................................12
iv.
Hubungan manusia dengan
keindahan................................12
B. Renungan ........................................................................................13
i.
Pengertian
renungan...........................................................13
ii.
Teori – teori dalam
renungan..............................................13
C. Keserasian........................................................................................14
i.
Pengertian keserasian.........................................................14
ii.
Teori – teori
keserasian.......................................................15
iii.
Hubungan keindahan,
renungan, dan keserasian................15
D. Pengertian Tanggung jawab.............................................................16
i.
Macam – macam tanggung
jawab......................................22
E. Pengabdian.......................................................................................23
i.
Pengertian pengabdian........................................................23
ii.
Macam-macam
pengabdian................................................23
F. Pengorbanan.....................................................................................25
i.
Pengertian pengorbanan......................................................25
BAB III PENUTUP...........................................................................................27
A. Kesimpulan.......................................................................................27
B. Saran.................................................................................................28
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................v
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A . Latar Belakang
Manusia adalah makhluk
ciptaan yang paling sempurna, memiliki akal dan perasaan, dan selalu bergantung
dengan makhluk lain. Manusia pada umumnya identik dengan kata yang sempurna
atau indah. Keindahan itu sendiri memilki arti bagus, cantik, elok, permai,
molek, dan sebagainya. Manusia di ciptakan dengan keindahannya sendiri baik
dari luar maupun dari dalam diri. Keindahan itu tergantung seseorang dalam
menentukannya. Maka, jika ada seseorang yang tidak pernah mengalami apa itu
keindahan, pada dasarnya ia sudah mati. Karena setiap manusia yang hidup pasti
pernah mengalami keindahan.
Keindahan, kesejukan,
keserasian, renungan selalu di rasakan oleh semua orang setiap harinya baik
secara langsung ataupun tidak langsung. Terkadang untuk menikmati keindahan itu
sendiri, manusia sering lupa terhadap waktu, uang, dan sebagainya. Namun,
semakin tinggi suatu ilmu seseorang, akan terbiasa baginya untuk menghargai
keindahan tersebut.
Keindahan dalam
kehidupan manusia memang tidak dapat dilepaskan. Sebab pada setiap waktu,
manusia bergantung pada keindahan agar hidupnya menjadi lebih bahagia dan
berwarna. Manusia sering mengadakan seni pertunjukan seperti wayang atau
pameran yang hal – hal tersebut merupakan bagian dari keindahan yang dapat
menghibur manusia. Setiap orang pasti menganggap keindahan yang di lihat oleh
mereka berbeda – beda. Ada yang menganggap bahwa lukisan pemandangan laut lebih
indah di bandingkan lukisan pemandangan gunung dan sawah. Semua itu tergantung
oleh selera masing – masing individu.
Kehidupan manusia tidak dapat terlepas
dengan tanggung jawab. Ketika seseorang berusaha untuk melakukan suatu hal,
bersamaan dengan hal itu manusia juga harus memiliki rasa tanggung jawab
terhadap apa yang sudah dilakukannya. Pengertian tanggung jawab adalah
kesadaran manusia terhadap apa yang dikerjakannya baik secara sengaja maupun
tidak sengaja.
Setiap manusia pasti memiliki tanggung
jawab. Seperti tanggung jawab seorang murid terhadap guru, tanggung jawab
seorang ayah kepada istri dan anak-anaknya, tanggung jawab seorang karyawan
kepada atasannya, dan tanggung jawab manusia kepada Tuhan yang telah
menciptakannya.
Tanggung jawab juga memiliki kaitan
dengan pengabdian dan juga pengorbanan. Pengabdian memiliki arti yaitu
perbuatan baik yang mencerminkan bahwa seseorang memiliki kesetiaan terhadap
sesuatu dengan ikhlas. Pada hakikatnya, pengabdian adalah sebuah rasa tanggung
jawab. Dimana pengabdian itu akan mengandung unsur pengorbanan tergantung dengan
apa yang dikerjakan seseorang.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang yang telah di buat diatas, maka perumusan masalah yang di dapat pada
makalah ini adalah :
1. Apa pengertian keindahan?
2. Apa makna dari keindahan?
3. Apa hubungan manusia dengan keindahan?
4. Bagaimana cara menentukan sesuatu hal indah atau tidak?
5. Apa pengertian renungan?
6. Apa pengertian keserasian?
7. Apa
pengertian tanggung jawab?
8. Apa
saja macam-macam tanggung jawab?
9. Apa
makna dari tanggung jawab?
10. Apa
hubungan manusia dengan tanggung jawab?
11. Apa
pengertian pengabdian?
12. Apa
pengertian pengorbanan?
13. Apa
hubungan tanggung jawab, pengabdian, dan pengorbanan?
C.
Tujuan
Berdasarkan rumusan
masalah yang telah dibuat, tujuan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui arti keindahan.
2. Mengetahui makna keindahan.
3. Mengetahui hubungan manusia dan keindahan.
4. Mengetahui cara menentukan suatu keindahan.
5. Mengetahui pengertian renungan.
6. Mengetahui pengertian keserasian.
7. Mengetahui
pengertian tanggung jawab.
8. Mengetahui
macam-macam tanggung jawab.
9. Mengetahui
makna tanggung jawab.
10. Mengetahui
hubungan manusia dengan tanggung jawab.
11. Mengetahui
pengertian pengabdian.
12. Mengetahui
pengertian pengorbanan.
13. Mengetahui
hubungan tanggung jawab, pengabdian, dan pengorbanan.
D.
Manfaat
Manfaat yang di dapat pada makalah
ini adalah kita dapat meningkatkan pengetahuan tentang pengertian keindahan,
makna keindahan, hubungan manusia dan keindahan, menentukan suatu keindahan, mengetahui pengertian renungan dan keserasian. Meningkatkan pengetahuan tentang
pengertian tanggung jawab, macam-macam tanggung jawab, makna tanggung jawab, hubungan manusia dengan tanggung jawab, pengertian pengabdian, pengertian
pengorbanan, dan hubungan tanggung jawab, pengabdian, dan pengorbanan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Keindahan
Keindahan berasal dari
kata indah, yang memiliki arti bagus, cantik, elok, molek, dan sebagainya.
Keindahan adalah suatu keadaan atau konsep abstrak dimana suatu hal terlihat
bagus, cantik, elok, dan molek yang dapat di nikmati karena tidak jelas.
Keindahan biasanya identik dengan kebenaran dan sifatnya yang universal. Benda
yang memiliki sifat indah, biasanya adalah benda yang berasal dari seni
walaupun tidak semua seni itu indah. Contohnya adalah lukisan pemandangan laut,
pegunungan dan sawah, buah – buahan, hewan di hutan, ataupun sungai yang
mengalir di desa.
Manusia dikatakan
sebagai makhluk yang berpikir, berperasaan, dan mengindera. Melalui panca
indera, manusia dapat merasakan sesuatu. Ketika manusia merasakan kesenangan,
kegembiraan atau kenyamanan, maka manusia itu akan merasa puas. Demikian itu
terjadi, manusia akan merasa puas ketika melihat suatu keindahan. Setiap orang
memiliki perasaan atau penglihatan terhadap suatu keindahan yang berbeda –
beda.
Menurut Hebert Read,
keindahan adalah suatu kesatuan hubungan – hubungan yang formal daripada
pengamatan yang dapat menimbulkan rasa senang (Beauty is unity of format
relation among our sense perceptions). Atau keindahan itu merangsang timbulnya
rasa senang tanpa pamrih pada subjek yang melihatnya, dan bertumpu kepada ciri
– ciri yang terdapat pada objek yang sesuai dengan rasa senang itu.
Pengertian keindahan
juga di kemukakan oleh para ahli, sebagai berikut :
1. Menurut Leo Tolstoy (Rusia) : Dalam bahasa Rusia terdapat
istilah yang serupa dengan keindahan, “krasota” yang artinya suatu yang
mendatangkan rasa yang menyenangkan bagi yang melihat dengan mata. Bangsa Rusia
tidak memiliki pengertian keindahan untuk musik. Bagi bangsa Rusia, yang indah
hanya yang dapat dilihat oleh mata. Jadi menurut Leo Tolstoy, keindahan adalah
sesuatu yang mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat.
2. Menurut Alexander Baurngarten (Jerman) : Keindahan itu
dipandang sebagai keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur daripada
bagian – bagian, yang bagian – bagian itu erat hubungannya satu dengan yang
lain, juga dengan keseluruhan. (Beauty is on of parts in their manual relations
and in their relations to the whole).
3. Menurut Sulzer : Yang indah itu hanyalah yang baik. Jika
belum baik, ciptaan itu belum indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan
moral. Jadi, ciptaan amoral adalah tidak indah, karena tidak dapat digunakan
untuk memumpuk moral.
4. Menurut Winchelman : Keindahan itu dapat terlepas sama sekali daripada kebaikan.
5. Menurut Shaftesbury (Jerman) : Yang indah itu adalah yang
memiliki proporsi yang harmonis. Karena yang proporsinya harmonis itu nyata,
maka keindahan itu yang disamakan dengan kebaikan. Yang indah adalah yang nyata
dan yang nyata adalah baik.
6. Menurut Humo (Inggris) : keindahan adalah sesuatu yang dapat
mendatangkan rasa senang.
7. Menurut Hemsterhuis (Belanda) : Yang indah adalah yang paling
banyak mendatangkan rasa senang dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat –
singkatnya paling banyak memberikan pengamatan – pengamatan yang menyenangkan
itu.
8. Menurut Emmanuel Kant : Meninjau keindahan dari dua segi.
Pertama dan segi arti yang subyektif dan kedua dan segi arti yang obyektif.
a. Subyektif : Keindahan adalah sesuatu yang tanpa direnungkan
dan tanpa sangkut paut dengan kegunaan praktis, tetapi mendatangkan rasa senang
pada si penghayat.
b. Obyektif : Keserasian dan suatu obyek terhadap tujuan yang
dikandungnya, sejauh obyek ini tidak ditinjau dan segi gunanya.
9. Menurut Al Ghazzali : Keindahan sesuatu benda terletak di
dalam perwujudan dan kesempurnaan, yang dapat dikenali kembali dan sesuai
dengan sifat benda itu. Bagi setiap benda tentu ada perfeksi yang
karakteristik, yang berlawanan dengan itu dapat dalam keadaan – keadaan
tertentu menggantikan perfeksi karakteristik dari benda lain. Apabila semua
sifat – sifat yang mungkin terdapat di dalam sebuah benda itu merupakan
representasi keindahan yang bernilai paling tinggi; apabila hanya sebagian yang
ada, maka benda itu mempunyau nilai keindahan sebanding dengan nilai – nilai
keindahan yang terdapat di dalamnya. Misalnya, sebuah karangan yang paling
indah ialah yang memiliki semua sifat – sifat perfeksi yang khas bagi karangan,
seperti keharmonisan huruf – huruf, hubungan arti yang tepat satu sama lainnya,
pelanjutan dan spasi yang tepat dan susunan yang menyenangkan.
Selain itu, Al Ghazzali juga menambahkan rasa keindahan lain yaitu ruh, yang disebut juga sebagai spirit, jantung, pemikiran, dan cahaya, yang dapat merasakan keindahan dalam dunia yang lebih dalam yaitu nilai – nilai spiritual, moral, dan agama.
Selain itu, Al Ghazzali juga menambahkan rasa keindahan lain yaitu ruh, yang disebut juga sebagai spirit, jantung, pemikiran, dan cahaya, yang dapat merasakan keindahan dalam dunia yang lebih dalam yaitu nilai – nilai spiritual, moral, dan agama.
a.
Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan
bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bila mana dilihat.
b.
Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan bahwa keindahan
adalah sesuatu yang menyenangkan bila mana dilihat (Id qout visum placet).
c.
Khalil Gibran mengungkapkan bahwa Keindahan adalah
sesuatu yang menarik jiwamu. Keindahan adalah cinta yang tidak memberi namun
menerima.
d.
Menurut Baumgarten, Keindahan adalah keseluruhan yang
merupakan susunan yang teratur dari bagian - bagian yang saling berhubungan
satu sama lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri.
e.
The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik”
(Filsafat Keindahan), dalam bahasa Inggris keindahan diterjemahkan dengan kata
“Beautiful”, bahasa Perancis “Beau” , Italia dan Spanyol “Bello”, kata-kata itu
ber asal dari bahasa Latin “Bellum”, akar katanya adalah “Bonum” yang berarti
kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “Bonellum” dan terakhir
dipendekkan menjadi “bellum”.
Pada dasarnya, manusia juga selalu berusaha untuk menjadi indah dengan cara memperindah diri, harta yang di miliki seperti rumah, mobil, motor dan juga perhiasan. Hal tersebut dilakukan manusia agar orang lain yang melihatnya tampak merasa bahwa dirinya adalah suatu keindahan. Kita harus dapat membedakan apa itu keindahan dan benda yang indah. Dalam hal itu, keindahan memiliki beberapa pengertian menurut cakupannya sebagai berikut :
Pada dasarnya, manusia juga selalu berusaha untuk menjadi indah dengan cara memperindah diri, harta yang di miliki seperti rumah, mobil, motor dan juga perhiasan. Hal tersebut dilakukan manusia agar orang lain yang melihatnya tampak merasa bahwa dirinya adalah suatu keindahan. Kita harus dapat membedakan apa itu keindahan dan benda yang indah. Dalam hal itu, keindahan memiliki beberapa pengertian menurut cakupannya sebagai berikut :
1. Keindahan dalam arti luas
Keindahan dalam arti
luas adalah keindahan secara luas yang meliputi keindahan seni, keindahan alam,
keindahan moral, keindahan jasmani dan juga keindahan intelektual.
i.
Keindahan seni :
pembuatan hasil karya, seperti seni lukis, musik, ataupun seni patung.
ii.
Keindahan alam :
penglihatan manusia akan pesona alam sekitar, seperti pemandangan air terjun,
pemandangan kebun teh, dan pemandangan pantai dengan air laut yang biru.
iii.
Keindahan moral : dapat
dilihat dari sikap dan perilaku manusia, seperti seorang anak mencium tangan
kedua orang tuanya ketika akan pergi keluar rumah.
iv.
Keindahan jasmani : keindahan
yang dimiliki oleh manusia berdasarkan jiwa dan raga, seperti seseorang yang
tidak sombong saat mendapatkan sesuatu yang membuatnya menjadi orang sukses.
v.
Keindahan intelektual :
keindahan dimana manusia dapat berfikir dengan cerdas atau dengan ilmu
pengetahuan, seperti musik yang harus
dimainkan berdasarkan nada dan irama agar menghasilkan suatu karya yang indah.
2. Keindahan dalam arti estetis murni
Keindahan ini
menyangkut nilai estetis dari pengalaman seseorang dalam segala hubungan yang
ada. Berdasarkan pancaindera seperti penglihatan ataupun pendengaran akan suatu
hal.
3. Keindahan dalam arti terbatas
Keindahan dalam arti
terbatas adalah keindahan yang lebih di spesifikasikan atau di sempitkan yang
hanya berdasarkan penglihatan. Contohnya adalah penglihatan akan bentuk dan
warna yang indah. Keindahan itu terlihat berdasarkan bentuk, warna, garis, dan
kata – kata yang terbentuk dari suatu hal. Keindahan juga dapat disebut dengan
suatu hal yang selaras antara satu dengan yang lainnya.
Selain itu, keindahan
juga dibagi berdasarkan cakupannya adalah
sebagai berikut :
a. Kualitas abstrak
Kualitas abstrak adalah
suatu karya seni yang dapat dilihat dengan keindahan serta fungsinya.
Contoh : corak sebuah vas bunga memiliki fungsi berdasarkan
gambaran atau coraknya.
b. Keindahan sebagai sebuah benda
Keindahan ini dibagi
menjadi dua, yaitu :
1. Keindahan objektif : keindahan yang ada pada objeknya.
2. Keindahan subjektif : keindahan dari orang lain yang
melihatnya.
Keindahan juga memiliki banyak nilai, yaitu nilai estetik.
Nilai estetik adalah
suatu nilai keindahan yang dapat menarik miant seseorang atas keindahan itu
sendiri. Nilai yang berhubungan dengan suatu keindahan adalah nilai estetik.
Nilai estetik dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Nilai ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah
sifat baik suatu benda sebagai alat untuk benda lainnya. Sifat nilai ekstrinsik
ini adalah untuk membantu.
Contoh : pantun yang terdiri atas baris, bait, rima, dan
sajak yang akan disampaikan kepada orang lain.
2. Nilai intrinsik
Nilai intrinsik adalah
sifat yang baik dari benda yang saling berhubungan atau sebagai tujuan untuk
kepentingan benda itu.
Contoh : pesan pantun yang disampaikan oleh seseorang kepada
pembaca adalah nilai intrinsik.
i.
Kontemplasi dan ekstansi
Kontemplasi adalah suatu dasar dalam diri manusia untuk menciptakan suatu keindahan dengan cara befikir dan merenungkan tentang nilai – nilai, makna, dan manfaat atas suatu karya yang akan di buat.
Ekstansi adalah suatu dasar dalam diri manusia untuk menikmati, mersasakan, dan menyatakan suatu keindahan.
Kontemplasi adalah suatu dasar dalam diri manusia untuk menciptakan suatu keindahan dengan cara befikir dan merenungkan tentang nilai – nilai, makna, dan manfaat atas suatu karya yang akan di buat.
Ekstansi adalah suatu dasar dalam diri manusia untuk menikmati, mersasakan, dan menyatakan suatu keindahan.
Jika kontemplasi dan ekstansi di gabungkan, maka kontemplasi
adalah sebagai faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi
adalah faktor pendorong untuk merasakan, menilai, menyatakan, dan merasakan
suatu keindahan tersebut.
ii. Sebab
manusia menciptakan keindahan
Keindahan
adalah sesuatu yang alamiah. Maksud dari alamiah itu sendiri adalah keindahan
di ciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Berikut ini adalah penyebab atau alasan
manusia menciptakan suatu keindahan.
1. Tata nilai yang telah usang
Tata nilai berdasarkan adat
istiadat sudah banyak yang tidak digunakan, karena dianggap menghambat,
merugikan, dan mengorbankan nilai – nilai kemanusiaan.
2. Kemerosotan zaman
Keadaan atau situasi
yang merendahkan manusia disebut juga dengan kemerosotan zaman. Hal ini
ditandai dengan sikap, perilaku, dan moral manusia yang telah rusak seiring
dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman. Maka dari itu, dapat di
katakan hal – hal seperti itu sudah tidak lagi indah.
3. Penderitaan manusia
Faktor yang membuat
manusia menderita di dapat dari faktor eksternal maupun internal. Tetapi yang
paling berpengaruh adalah faktor penderitaan yang disebabkan oleh manusia itu
sendiri. Sifat manusia yang selalu ingin berkuasa secara berlebihan diatas orang
lain yang membuat hal – hal tidak menyenangkan dan tidak indah.
4. Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat
diketahui melalui alam semesta baik di bumi ataupun sekitarnya. Alam terlihat
sangat indah yang diciptkan oleh Tuhan. Tidak ada satu manusia pun yang dapat
menciptakan suatu keindahan seperti alam. Manusia hanya dapat meniru apa yang
diciptakan oleh Tuhan.
iii. Makna keindahan
iii. Makna keindahan
Keindahan adalah
sesuatu yang menyebabkan seseorang senang ketika sedang melihat dan
merasakannya. Keindahan adalah suatu hal yang teratur antara yang satu dengan
yang lainnya. Keindahan di wujudkan oleh bentuk ukuran, perpaduan, dan
keseimbangan.
Keindahan memiliki
interaksi dengan yang lain, seperti keindahan manusia dengan berbagai benda,
hubungan manusia dengan manusia lainnya, maupun hubungan manusia dengan Tuhan.
Karena keindahan, hidup seseorang akan menjadi lebih indah, sejuk, tenang dan
berwarna. Karena itu, keindahan sangat diperlukan oleh setiap orang selama
hidupnya.
iv. Hubungan
manusia dengan keindahan
Manusia sangat memiliki
hubungan dengan keindahan. Karena manusia memiliki lima komponen yang sudah
dimiliki sejak lahir, seperti nafsu, akal, ruh, hati, dan rahasia. Dengan
adanya komponen tersebut, manusia tidak dapat dipisahkan oleh keindahan. Dengan
adanya akal, manusia memiliki banyak keinginan yang menyenangkan baik untuk
dirinya sendiri maupun untuk orang lain di sekitarnya dengan mencari dan
menemukan nilai – nilai, makna, manfaat dan tujuan dari sesuatu yang
diciptakannya.
Kehendak dan keinginan
manusia tentunya tidak terbatas. Namun dengan hal yang tak terbatas itu,
manusia selalu berusaha untuk menciptakan suatu keindahan yang bertujuan untuk
menyenangkan. Dengan adanya keindahan, kehidupan manusia menjadi nyaman dan
bahagia. Maka, keinginan – keinginan yang dirasakan manusia tersebut dapat
terwujud karena adanya akal sehingga menghasilkan sesuatu yang baik dan tepat.
Selain itu, manusia sangat
membutuhkan keindahan. Karena keindahan adalah sebagian hidup manusia yang
tidak dapat dipisahkan guna kenyamanan dan kebahagiaan selama hidupnya.
B.
Renungan
Renungan adalah
memikirkan sesuatu yang baru dialami atau yang belum pernah dialami oleh
manusia.
Contoh : ketika seseorang ingin menciptakan suatu seni
seperti lukisan, ia pasti akan memikirkan ide yang cocok atau lukisan yang
ingin dibuat. Maka dari itu ia merenung sendiri atau pergi ke suatu tempat agar
mendapatkan ide yang tepat untuk karya yang akan di ciptakannya.
Teori – teori dalam
renungan :
1. Teori pengungkapan
Dalil dari teori ini
ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” (Seni adalah suatu
pengungkapan dari perasaan manusia). Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal
ialah filsuf Italia Benedeto Croce
(1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.
2. Teori metafisik
Merupakan salah satu
teori yang paling tua, yaitu berasal dari Plato yang karyanya sebagian membahas
tentang estetik filsafat, keindahan dan
teori seni. Seniman besar adalah seseorang yang dapat dengan renungannya dapat
memahami ide – ide baliknya. Orang mengetahui bahwa firasat adalah dasar dari merenung.
3. Teori psikologis
Teori psikologis
merupakan penciptaan seni yang berdasarkan kejiwaan. Salah satunya ialah teori
yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer
(1820-1903). Seni merupakan semacam permainan yang menyeimbangkan segenap
kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus
dikeluarkan.
C.
Keserasian
i. Pengertian keserasian
Keserasian berasal dari
kata serasi yang artinya cocok, sesuai dengan perpaduan ukuran dan juga
keseimbangan. Kata cocok mengandung makna perpaduan, pertentangan, ukuran, dan
seimbang yang identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi akan tampak indah, dan
yang tidak serasi akan tampak tidak indah. Keserasian dapat menciptakan
keindahan. Misalnya ketika orang berpakaian, harus menyesuaikan musim atau
warna kulit agar sesuai dan menciptakan suatu keserasian yang berakhir dengan
keindahan.
Contoh : jika kita
mempunyai rumah besar yang memiliki halaman luas, akan sangat cocok dan serasi
apabila kita menanam halaman itu dengan bunga – bunga dan pohon yang rindang
untuk menciptakan suasana rumah yang sejuk dan nyaman.
ii. Teori-teori
keserasian
Teori – teori keserasian adalah sebagai berikut :
1. Teori objektif dan teori subjektif
a. Teori objektif
Sifat atau kualitas
yang melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang – orang
yang mengamatinya.
b. Teori subjektif
Ciri – ciri yang menciptakan
keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri
seseorang yang mengamati suatu benda.
2. Teori perimbangan
Teori perimbangan memiliki arti yang terbatas, yaitu
kualitatif atau yang diungkapkan dengan angka. Keindahan hanya kesan subjektif
dan berpendapat bahwa keindahan yang sebenarnya tercipta dan tidak ada
keteraturan yaitu tersusun dari daya hidup, penggembaraan, perlimpahan, dan
pengungkapan perasaan.
iii. Hubungan keindahan, renungan, dan keserasian
Suatu
keindahan di dapatkan dari sebuah renungan, dimana seseorang memikirkan ide untuk menciptakannya. Keindahan itu sendiri terjadi bila adanya keserasian
antara yang satu dengan yang lainnya sehingga membentuk sebuah keindahan yang
nyata.
Maka
dari itu, keindahan, renungan, dan keserasian adalah hal yang saling memadukan. Tidak akan ada keindahan bila tidak ada renungan, tidak akan ada keindahan
apabila tidak ada keserasian, tidak akan ada keserasian apabila tidak ada
renungan. Sehingga hal – hal tersebut saling mempengaruhi dan tidak dapat
dipisahkan.
D. Pengertian Tanggung Jawab
Pengertian tanggung jawab menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu. Jadi, bertanggung jawab menurut kamus bahasa Indonesia
adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya
atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran
manusia terhadap tingkah lakunya terhadap suatu hal yang disengaja maupun tidak
disengaja. Manusia adalah makhluk yang harus bertanggung jawab atas segala
sesuatu yang diperbuatnya. Hal itu dikatakan karena manusia adalah makhluk
sosial dan individual yang memiliki sejumlah peran selama hidupnya, sehingga
tanggung jawab sangat diperlukan.
Dengan manusia adalah
makhluk sosial, maka manusia tidak dapat hidup sendiri yang artinya selama
hidupnya manusia memerlukan peran dan bantuan orang lain atau makhluk lain
disekitarnya. Sebagai makhluk sosial, manusia harus bertanggung jawab atas
dirinya sendiri dan harus bertanggung jawab kepada Tuhan. Bertanggung jawab
kepada Tuhan wajib hukumnya dengan mengikuti ajaran-Nya dengan menjalankan
perintahnya dan menjauhi larangan-Nya.
Tanggung jawab juga ada
hubungannya dengan keberanian. Orang yang bertanggung jawab biasanya seseorang
yang mampu menanggung semua resiko terhadap yang sudah dilakukannya. Ia dapat
bersikap jujur kepada diri sendiri dan juga orang lain, serta ia adalah orang
yang mandiri sehingga dapat menyelesaikan segala sesuatunya dengan baik. Selain
itu, orang yang bertanggung jawab juga mampu berkorban untuk kepentingan orang
lain.
Selain itu, para ahli
memaparkan beberapa pengertian dari tanggung jawab seperti dibawah ini.
1. Friedrich August Von Hayek
Pada hakikatnya hanya
masing-masing individu yang dapat bertanggung jawab. Hanya mereka yang memikul
akibat dari perbuatan mereka. Oleh karenanya, istilah tanggung jawab pribadi
atau tanggung jawab sendiri sebenarnya “mubadzir”. Suatu masyarakat yang tidak
mengakui bahwa setiap individu mempunyai nilainya sendiri yang berhak
diikutinya tidak mampu menghargai martabat individu tersebut dan tidak mampu
mengenali hakikat kebebasan.
2. George Bernard Shaw
Orang yang dapat
bertanggung jawab terhadap tindakannya dan mempertanggung jawabkan perbuatannya
hanyalah orang yang mengambil keputusan dan bertindak tanpa tekanan dari pihak
manapun atau secara bebas.
3. Carl Horber
Orang yang terlibat
dalam organisasi-organisasi seperti ini adalah mereka yang melaksanakan
tanggung jawab pribadi untuk diri sendiri dan orang lain. Semboyan umum semua
birokrat adalah perlindungan sebagai ganti tanggung jawab.
4. Sugeng Istanto
Pertanggung
jawaban berarti kewajiban memberikan jawaban yang merupakan perhitungan atas
semua hal yang terjadi dan kewajiban untuk memberikan pemulihan atas semua hal
yang terjadi dan kewajiban untuk memberikan pemulihan atas kerugian yang
mungkin ditimbulkannya.
5. Abdullah
Tanggung jawab adalah kemampuan
seseorang untuk menjalankan suatu kewajiban karena adanya dorongan di dalam
dirinya, biasanya disebut juga dengan panggilan jiwa.
6. Agus
Definisi tanggung jawab adalah suatu
bentuk sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya
baik terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan alam, lingkungan sosial
budaya, negara, dan Tuhannya.
7. Magdalena
Pengertian tanggung jawab adalah suatu
perbuatan untuk siap menanggung segala sesuatu hal yang muncul sebagai akibat
dari dilakukannya suatu aktifitas tertentu.
8. Ridwan
Halim
Ridwan
Halim mendefinisikan tanggung jawab hukum sebagai sesuatu akibat lebih lanjut
dari pelaksanaan peranan, baik peranan itu merupakan hak dan kewajiban ataupun
kekuasaan.
9. Purbacaraka
Purbacaraka berpendapat bahwa
tanggung jawab hukum bersumber atau lahir atas penggunaan fasilitas dalam
penerapan kemampuan tiap orang untuk menggunakan hak atau/dan melaksanakan
kewajibannya.
Tanggung jawab juga berhubungan
dengan kewajiban. Kewajiban itu sendiri memiliki pengertian suatu beban yang
dilimpahkan kepada seseorang. Maka tanggung jawab berkaitan dengan kewajiban.
Kewajiban dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Kewajiban
terbatas
Kewajiban terbatas adalah kewajiban yang
dimiliki oleh setiap orang. Contohnya
adalah :
a. Undang-undang
larangan membunuh satu sama lain.
b. Mencuri
barang milik orang lain.
c. Membuang
sampah sembarangan.
2. Kewajiban
tidak terbatas
Kewajiban tidak terbatas adalah
kewajiban yang dimiliki oleh semua orang. Tanggung jawab ini lebih kepada hati,
seperti melaksanakan kebajikan dan keadilan. Orang yang melaksanakan tanggung
jawab akan merasa bahagia dan lega, karena telah berhasil menuntaskan
kewajibannya. Sedangkan orang yang tidak bertanggung jawab akan selalu
mengalami kesulitan, karena ia tidak melaksanakan sesuai norma dan nilai-nilai
yang berlaku.
Orang yang bertanggung
jawab akan mencoba untuk selalu berbuat keadilan. Namun terkadang orang yang
bertanggung jawab tidak dianggap adil karena lunturnya nilai-nilai dan keimanan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang demikian tentu akan mempertanggung
jawabkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Karena hanya Tuhan lah yang bisa
memberikan hukuman atau cobaan kepada manusia agar manusia mempertanggung
jawabkan atas segala perbuatannya selama di dunia.
Untuk melakukan
tanggung jawab, manusia butuh kesadaran. Kesadaran berasal dari kata sadar yang
berarti tahu atau ingat dan mengerti ataupun insaf. Dengan pengertian tersebut,
kesadaran tidak mungkin dapat dilepaskan dari kesadaran moral yang berdasarkan
atas nilai-nilai moral dan perilaku susila sesuai dengan norma yang berlaku.
Oleh karena itu, kesadaran moral diartikan juga sebagai hati nurani yang
merupakan suara hati yang baik, jujur, dan lurus.
Agar dapat
mewujudkannya, kesadaran moral harus diikuti dengan tindakan dan tingkah laku
yang baik, yaitu tingkah laku yang diperintahkan oleh hati nurani. Yang erat
kaitannya dengan moral adalah kewajiban. Kewajiban berasal dari kata wajib yang berarti harus dilakukan atau
diamalkan. Ada macam-macam kewajiban sebagai berikut.
1. Kewajiban terhadap diri sendiri
Pada waktu kecil,
seorang anak sangat membutuhkan asi untuk kelangsungan hidupnya dan memerlukan
suatu perlindungan dari segala macam bahaya dan ancaman. Setelah tumbuh besar,
seorang anak itu membutuhkan makan dalam hidupnya. Oleh karena itu, manusia
membutuhkan asupan makanan selama hidupnya. Selain itu, seseorang juga
membutuhkan rumah untuk tempat berlindung dari terik matahari dan hujan. Dan
manusia juga membutuhkan sandang untuk dirinya sendiri dan memerlukan
kebutuhan-kebutuhan lain seperti kekeluargaan dan rasa aman serta tentram dalam
kehidupan sosial bermasyarakat.
2. Kewajiban terhadap keluarga
Kewajiban terhadap
keluarga biasanya dilakukan ketika seseorang sudah dewasa. Kewajiban ini
biasanya didapatkan ketika sudah berkeluarga. Sebagai seorang manusia, pasti
membutuhkan tempat tinggal dan bertanggung jawab kepada istri dan anak-anaknya.
3. Kewajiban terhadap masyarakat
Kewajiban dalam
bermasyarakat juga pada umumnya dilakukan ketika sudah dewasa. Biasanya ini
sudah mulai diajarkan ketika seseorang masih kecil seperti belajar bergotong
royong dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan seperti kerja bakti membersihkan
sekitar rumah dan mengikuti organisasi-organisasi dalam lingkungan sekitar.
Setelah menikah,
kewajiban dalam masyarakat pasti bertambah. Hal itu seperti keikutsertaan dalam
menjaga ketentraman sekitar. Contoh kegiatan lain yang menggambarkan kewajiban
dalam bermasyarakat adalah membagikan sembako, pemeriksaan kesehatan secara
gratis, mengumpulkan sumbangan pakaian atau uang untuk membantu saudara-saudara
yang terkena musibah.
4. Kewajiban terhadap Tuhan
Kewajiban terhadap
Tuhan harus dibiasakan atau diajarkan sejak anak-anak. Karena hal itu
bermanfaat untuk masa depan anak agar lebih patuh dan taat kepada Sang
Pencipta. Sebagai manusia, kita harus yakin dengan adanya kekuasaan yang jauh
lebih tinggi daripada manusia, yaitu Tuhan yang menciptakan segalanya.
Oleh karena itu, kesadaran manusia diperlukan untuk mentaati
segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Contohnya adalah
menjalani ibadah, membangun dan menjaga rumah ibadah, dan menjalankan
kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan.
5. Kewajiban terhadap sesama manusia
Kewajiban terhadap
sesama manusia harus diterapkan sebagaimana manusia diciptakan oleh Tuhan
sehingga kita semua adalah bersaudara. Dengan itu, harus mulai ditanamkan rasa
cinta dan kasih sayang terhadap sesama. Dengan adanya cinta dan kasih sayang,
manusia tidak akan membedakan satu sama lain walaupun mereka berasal dari
negara dan suku yang berbeda. Komunikasi yang baik juga dapat mewujudkan rasa
persaudaraan yang tinggi.
Berdasarkan hal tersebut, rasa tanggung jawab terdapat dalam
kesadaran moral manusia yang terdiri dari kewajiban yang harus dilakukan oleh
manusia. Hal yang selalu berkaitan dengan tanggung jawab adalah kesadaran moral
dan kewajiban yang dapat membuat kehidupan manusia menjadi bahagia.
i.
Macam – Macam Tanggung Jawab
a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Manusia berjuang untuk
memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga juga dapat memenuhi kebutuhan orang
lain.
b. Tanggung jawab terhadap keluarga
Tanggung jawab ini
contohnya adalah tanggung jawab seorang suami kepada istrinya. Tanggung jawab
ini menyangkut nama baik keluarga, kesejahteraan, dan ketentraman dalam
keluarga.
c. Tanggung jawab kepada masyarakat
Pada kenyataannya,
manusia adalah makhluk sosial. Dengan itu manusia harus selalu bersikap dan
berperilaku baik kepada sesama. Karena manusia selalu membutuhkan bantuan orang
lain. Dengan bersikap baik kepada orang lain, pasti orang lain akan dengan
senang hati membantu kita.
d. Tanggung jawab kepada negara
Setiap manusia adalah
warga nagara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku
manusia terikat olah norma-norma dan aturan-aturan yang dibuat oleh negara.
Manusia tidak dapat berbuat sesuai keingannya sendiri. Bila perbuatan manusia
itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara sesuai dengan peraturan
yang ada.
Dengan adanya tanggung
jawab, manusia akan lebih bahagia dalam hidupnya. Manusia akan menanamkan sikap
jujur dan saling menghargai satu sama lain. Tanggung jawab itu sendiri sangat
berpengaruh dalam kehidupan manusia. Manusia tanpa tanggung jawab tidak akan
pernah hidup dalam ketenangan dan ketentraman.
E.
Pengabdian
i.
Pengertian pengabdian
Wujud dari tanggung
jawab adalah pengabdian. Pengabdian adalah perbuatan baik berupa pikiran,
pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan terhadap suatu hal yang
dilakukan dengan ikhlas atau tanpa pamrih.
ii.
Macam-macam pengabdian :
1. Pengabdian terhadap Tuhan
Manusia ada karena
Tuhan, bukan ada karena sendirinya. Oleh karena itu kita perlu mengabdi
kepada-Nya dengan cara taat dan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi
semua larangan-Nya. Dengan itu manusia dikatakan mengabdi kepada pencipta-Nya.
Contoh : a.
Menjalankan sholat lima waktu setiap hari.
b. Menjalankan ibadah
puasa ramadhan.
c.
Menyayangi sesama umat manusia.
d.
Tidak mencuri barang yang bukan miliknya.
e.
Membantu sesama yang sedang terkena musibah.
2.
Pengabdian terhadap orang tua.
Orang tua adalah
seseorang yang melahirkan, mengasuh, mengajarkan, dan memberikan kita
perlindungan. Tanpa orang tua kita tidak akan pernah ada di dunia ini. Cinta
dan kasih orang tua tidak akan pernah luntur kepada anaknya. Oleh karena itu,
kita sebagai anak harus menghormati dan menyayangi kedua orang tua.
Contoh
: a. Membantu pekerjaan rumah
orang tua.
b. Mengucapkan salam dan mencium tangan kedua orang tua saat
akan meninggalkan rumah.
c. Tidak membantah kedua orang tua.
d. Selalu bersikap jujur kepada kedua orang tua.
3. Pengabdian terhadap masyarakat
Manusia adalah
masyarakat yang bersosial. Ia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain dan
saling membutuhkan. Apabila ada masyarakat yang selalu mengasingkan diri,
ketika bencana menimpa dirinya, ia akan kesulitan karena ia kurang
bersosialisasi dengan tetangga sekitarnya.
Oleh karena itu, kita
harus hidup bermasyarakat dan mempunyai rasa pengabdian kepada masyarakat.
Karena jika nama tempat tinggalnya baik, ia pun akan memiliki nama baik
begitupun sebaliknya.
Contoh : kampung Mawar terkenal dengan pemudanya yang suka
berkelahi dan mencuri. Sudah sekian banyak kasus yang terjadi setiap tahunnya,
sehingga kampung Mawar di cap buruk oleh kampung lain. Maka dari itu, seseorang
yang tinggal dikampung Mawar akan mendapatkan nama yang buruk akibat ulah
kampung dan warganya yang lain.
4.Pengabdian terhadap negara
Manusia
adalah bagian dari suatu bangsa atau warga negara suatu negara. Karena itu seseorang harus mencintai bangsa dan negaranya sendiri. Mencintai ini biasanya
diwujudkan dalam bentuk pengabdian.
Contoh : a.
Membeli produk lokal untuk kesejahteraan negaranya.
b.
Menjaga nama baik bangsa dan negara dengan memenangkan berbagai prestasi dalam
segala bidang.
c.
Tidak berbuat buruk untuk nama baik negara dimata negara luar.
F. Pengorbanan
i.
Pengertian pengorbanan
Pengorbanan
berasal dari kata korban yang artinya adalah persembahan, sehingga pengorbanan
berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan ini pengorbanan harus
mengandung keikhlasan yang tidak mengandung rasa pamrih yang didasarkan kepada
pemberian yang berasal dari kesadaran moral yang tulus dan ikhlas.
Pengorbanan
adalah pemberian untuk menyatakan kebaktian, pengabdian seseorang yang dapat
dipahami dan dirasakan. Misalnya, pengorbanan orang tua terhadap anaknya dengan
cara bekerja keras menafkahi keluarga bagi ayah dan mengurus anak-anak bagi
ibu. Hal tersebut pasti dialami oleh semua manusia tidak memandang darimana ia
berasal. Contoh lain adalah pengorbanan seorang ibu untuk melahirkan anaknya
dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Hal itu adalah alasan mengapa kita
harus patuh dan hormat kepada kedua orang tua terlebih ibu. Karena beliaulah
yang mengorbankan segala hidupnya untuk anaknya.
Seperti
perjuangan para pahlawan untuk menjadikan negara Indonesia adalah salah satu
contoh pengorbanan terhadap negara. Mengorbankan dirinya sendiri, tidak peduli
terhadap ancaman yang dapat merenggut nyawanya adalah suatu hal yang mulia demi
bangsa yang damai dan merdeka.
Pengorbanan
itu sendiri adalah wujud dari pengabdian. Seseorang yang rela berkorban
dikatakan sebagai manusia yang memiliki kesetiaan penuh terhadap suatu hal.
Karena cinta dan kasih sayang yang sudah tertanam dapat menumbuhkan rasa
tanggung jawab yang melahirkan pengabdian dan pengorbanan. Tiga hal itu sangat
berkaitan dan saling berkesinambungan satu sama lain.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Keindahan adalah sesuatu yang alamiah diciptakan oleh
Tuhan Yang Maha Esa. Keindahan berhubungan dengan suatu kelarasan, kesatuan, dan keseimbangan. Dari hal tersebut
dapat disimpulkan bahwa keindahan terbentuk dari keselarasan dan keseimbangan
antara bentuk, warna, susunan, garis, nada, dan kata – kata. Keindahan tersebut
tidak dapat terlepas dari manusia, karena manusia sangat membutuhkannya untuk
kelangsungan hidup mereka dan saling ketergantungan. Untuk mengetahui suatu
keindahan diperlukan hal – hal lain seperti renungan dan keserasian yang dapat
menciptakan suatu yang indah.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia
terhadap suatu hal yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab saling
berkaitan dengan pengabdian dan pengorbanan. Tanggung jawab adalah soal
keberanian. Orang yang berani bertanggung jawab berarti ia mampu menerima
segala resiko terhadap apa yang telah diperbuatnya.
Orang yang bertanggung jawab adalah
orang yang memiliki sifat jujur, adil, bijaksana, dan mandiri karena ia mampu
menyelesaikan masalahnya dengan tanggung jawab yang baik. Tanggung jawab
melahirkan suatu pengabdian dimana suatu perbuatan baik yang memiliki kesetiaan
akan suatu hal dan dilandasi dengan keikhlasan. Ketika pengabdian itu ada,
muncul rasa pengorbanan. Ketiga hal tersebut saling berkaitan satu sama lain.
Ketika ketiga hal tersebut berhasil dilakukan seseorang, maka dalam hidup
seseorang itu akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
B.
Saran
Keindahan
pada dasarnya dapat dinikmati dan di
nilai berdasarkan cara pandang masing – masing orang. Dengan ilmu pengetahuan,
pasti pandangan orang terhadap suatu hal akan berbeda. Tanggung jawab pada
dasarnya dapat dilakukan oleh setiap
orang tergantung bagaimana cara melakukan dan niat dari seseorang. Ketika seseorang dapat melaksanakan tanggung jawabnya, maka hidup akan lebih bahagia dan nyaman.
DAFTAR
PUSTAKA
Whidagdo,
Djoko. 2002. Ilmu Budaya Dasar
Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Jakarta: PT. Raja Geapindo Persada
Sulaeman,
Munandar. 1998. Ilmu Budaya Dasar Suatu
Pengantar. Bandung: Refika Aditama
Tri
Prasetya, Joko. 2004. Ilmu Budaya Dasar.
Jakarta: PT. Asli Mahasatya

Komentar
Posting Komentar