Latifa Sekar Palupi


MAKALAH
ILMU BUDAYA DASAR
"Manusia dan Keindahan serta Manusia dan Tanggung Jawab"





                               Dosen                       : Siti Pujianti, S.I.Kom.
                               Nama                        : Latifa Sekar Palupi
                               NPM                         : 13518751
                               Kelas                         : 1PA03




UNIVERSITAS GUNADARMA
Jl. Akses UI  Kelapa Dua, Cimanggis 16951





               


     KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat maupun hidayah-Nya, sehingga saya mampu menyelesaikan makalah yang berjudul “Manusia dan Keindahan” dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
            Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang turut berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini, sehingga dapat terselesaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
            Dalam makalah ini tentu saja masih jauh dari kata sempurna. Maka dari itu, kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan untuk menjadikan makalah ini lebih baik dari sebelumnya. Harapan saya adalah makalah ini dapat bermanfaat dan membantu penulis maupun pembaca dalam menyelesaikan tugas di kemudian hari.

                                                                                   
                          
            Jakarta, 11 Oktober 2018

                                                                                   
                 
                         Penulis






         

       DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR.........................................................................................ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................1
A.    Latar belakang.....................................................................................1
B.     Rumusan masalah...............................................................................2
C.     Tujuan.................................................................................................3
D.    Manfaat ..............................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................5
A.    Pengertian keindahan..........................................................................5
i.                    Kontemplasi dan ekstansi....................................................11
ii.                 Sebab manusia menciptakan keindahan...............................11
iii.         Makna keindahan................................................................12
iv.                Hubungan manusia dengan keindahan................................12
B.     Renungan ........................................................................................13
i.                    Pengertian renungan...........................................................13
ii.                  Teori – teori dalam renungan..............................................13
C.     Keserasian........................................................................................14
i.                    Pengertian keserasian.........................................................14
ii.                  Teori – teori keserasian.......................................................15
iii.                Hubungan keindahan, renungan, dan keserasian................15
D.    Pengertian Tanggung jawab.............................................................16
i.                    Macam – macam tanggung jawab......................................22
E.     Pengabdian.......................................................................................23
i.                    Pengertian pengabdian........................................................23
ii.                  Macam-macam pengabdian................................................23
F.      Pengorbanan.....................................................................................25
i.                    Pengertian pengorbanan......................................................25
BAB III PENUTUP...........................................................................................27
A.    Kesimpulan.......................................................................................27
B.     Saran.................................................................................................28
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................v






                
                BAB I
      PENDAHULUAN

    
                  
                  A .     Latar Belakang
Manusia adalah makhluk ciptaan yang paling sempurna, memiliki akal dan perasaan, dan selalu bergantung dengan makhluk lain. Manusia pada umumnya identik dengan kata yang sempurna atau indah. Keindahan itu sendiri memilki arti bagus, cantik, elok, permai, molek, dan sebagainya. Manusia di ciptakan dengan keindahannya sendiri baik dari luar maupun dari dalam diri. Keindahan itu tergantung seseorang dalam menentukannya. Maka, jika ada seseorang yang tidak pernah mengalami apa itu keindahan, pada dasarnya ia sudah mati. Karena setiap manusia yang hidup pasti pernah mengalami keindahan.
Keindahan, kesejukan, keserasian, renungan selalu di rasakan oleh semua orang setiap harinya baik secara langsung ataupun tidak langsung. Terkadang untuk menikmati keindahan itu sendiri, manusia sering lupa terhadap waktu, uang, dan sebagainya. Namun, semakin tinggi suatu ilmu seseorang, akan terbiasa baginya untuk menghargai keindahan tersebut.
Keindahan dalam kehidupan manusia memang tidak dapat dilepaskan. Sebab pada setiap waktu, manusia bergantung pada keindahan agar hidupnya menjadi lebih bahagia dan berwarna. Manusia sering mengadakan seni pertunjukan seperti wayang atau pameran yang hal – hal tersebut merupakan bagian dari keindahan yang dapat menghibur manusia. Setiap orang pasti menganggap keindahan yang di lihat oleh mereka berbeda – beda. Ada yang menganggap bahwa lukisan pemandangan laut lebih indah di bandingkan lukisan pemandangan gunung dan sawah. Semua itu tergantung oleh selera masing – masing individu.
Kehidupan manusia tidak dapat terlepas dengan tanggung jawab. Ketika seseorang berusaha untuk melakukan suatu hal, bersamaan dengan hal itu manusia juga harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap apa yang sudah dilakukannya. Pengertian tanggung jawab adalah kesadaran manusia terhadap apa yang dikerjakannya baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
Setiap manusia pasti memiliki tanggung jawab. Seperti tanggung jawab seorang murid terhadap guru, tanggung jawab seorang ayah kepada istri dan anak-anaknya, tanggung jawab seorang karyawan kepada atasannya, dan tanggung jawab manusia kepada Tuhan yang telah menciptakannya.
Tanggung jawab juga memiliki kaitan dengan pengabdian dan juga pengorbanan. Pengabdian memiliki arti yaitu perbuatan baik yang mencerminkan bahwa seseorang memiliki kesetiaan terhadap sesuatu dengan ikhlas. Pada hakikatnya, pengabdian adalah sebuah rasa tanggung jawab. Dimana pengabdian itu akan mengandung unsur pengorbanan tergantung dengan apa yang dikerjakan seseorang.

                  B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di buat diatas, maka perumusan masalah yang di dapat pada makalah ini adalah :
1.      Apa pengertian keindahan?
2.      Apa makna dari keindahan?
3.      Apa hubungan manusia dengan keindahan?
4.      Bagaimana cara menentukan sesuatu hal indah atau tidak?
5.      Apa pengertian renungan?
6.      Apa pengertian keserasian?
7.      Apa pengertian tanggung jawab?
8.      Apa saja macam-macam tanggung jawab?
9.      Apa makna dari tanggung jawab?
10.  Apa hubungan manusia dengan tanggung jawab?
11.  Apa pengertian pengabdian?
12.  Apa pengertian pengorbanan?
13.  Apa hubungan tanggung jawab, pengabdian, dan pengorbanan?

                  C.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat, tujuan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui arti keindahan.
2.      Mengetahui makna keindahan.
3.      Mengetahui hubungan manusia dan keindahan.
4.      Mengetahui cara menentukan suatu keindahan.
5.      Mengetahui pengertian renungan.
6.      Mengetahui pengertian keserasian.
7.      Mengetahui pengertian tanggung jawab.
8.      Mengetahui macam-macam tanggung jawab.
9.      Mengetahui makna tanggung jawab.
10.  Mengetahui hubungan manusia dengan tanggung jawab.
11.  Mengetahui pengertian pengabdian.
12.  Mengetahui pengertian pengorbanan.
13.  Mengetahui hubungan tanggung jawab, pengabdian, dan pengorbanan.

                  D.    Manfaat
          Manfaat yang di dapat pada makalah ini adalah kita dapat meningkatkan pengetahuan tentang pengertian keindahan, makna keindahan, hubungan manusia dan keindahan, menentukan suatu keindahan, mengetahui pengertian renungan dan keserasian. Meningkatkan pengetahuan tentang pengertian tanggung jawab, macam-macam tanggung jawab, makna tanggung jawab, hubungan manusia dengan tanggung jawab, pengertian pengabdian, pengertian pengorbanan, dan hubungan tanggung jawab, pengabdian, dan pengorbanan.







         BAB II
PEMBAHASAN

           

             A.    Pengertian Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah, yang memiliki arti bagus, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Keindahan adalah suatu keadaan atau konsep abstrak dimana suatu hal terlihat bagus, cantik, elok, dan molek yang dapat di nikmati karena tidak jelas. Keindahan biasanya identik dengan kebenaran dan sifatnya yang universal. Benda yang memiliki sifat indah, biasanya adalah benda yang berasal dari seni walaupun tidak semua seni itu indah. Contohnya adalah lukisan pemandangan laut, pegunungan dan sawah, buah – buahan, hewan di hutan, ataupun sungai yang mengalir di desa.
Manusia dikatakan sebagai makhluk yang berpikir, berperasaan, dan mengindera. Melalui panca indera, manusia dapat merasakan sesuatu. Ketika manusia merasakan kesenangan, kegembiraan atau kenyamanan, maka manusia itu akan merasa puas. Demikian itu terjadi, manusia akan merasa puas ketika melihat suatu keindahan. Setiap orang memiliki perasaan atau penglihatan terhadap suatu keindahan yang berbeda – beda.
Menurut Hebert Read, keindahan adalah suatu kesatuan hubungan – hubungan yang formal daripada pengamatan yang dapat menimbulkan rasa senang (Beauty is unity of format relation among our sense perceptions). Atau keindahan itu merangsang timbulnya rasa senang tanpa pamrih pada subjek yang melihatnya, dan bertumpu kepada ciri – ciri yang terdapat pada objek yang sesuai dengan rasa senang itu.

Pengertian keindahan juga di kemukakan oleh para ahli, sebagai berikut  :
1.      Menurut Leo Tolstoy (Rusia) : Dalam bahasa Rusia terdapat istilah yang serupa dengan keindahan, “krasota” yang artinya suatu yang mendatangkan rasa yang menyenangkan bagi yang melihat dengan mata. Bangsa Rusia tidak memiliki pengertian keindahan untuk musik. Bagi bangsa Rusia, yang indah hanya yang dapat dilihat oleh mata. Jadi menurut Leo Tolstoy, keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat.
2.      Menurut Alexander Baurngarten (Jerman) : Keindahan itu dipandang sebagai keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur daripada bagian – bagian, yang bagian – bagian itu erat hubungannya satu dengan yang lain, juga dengan keseluruhan. (Beauty is on of parts in their manual relations and in their relations to the whole).
3.      Menurut Sulzer : Yang indah itu hanyalah yang baik. Jika belum baik, ciptaan itu belum indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi, ciptaan amoral adalah tidak indah, karena tidak dapat digunakan untuk memumpuk moral.
4.           Menurut Winchelman : Keindahan itu dapat terlepas  sama sekali daripada kebaikan.
5.     Menurut Shaftesbury (Jerman) : Yang indah itu adalah yang memiliki proporsi yang harmonis. Karena yang proporsinya harmonis itu nyata, maka keindahan itu yang disamakan dengan kebaikan. Yang indah adalah yang nyata dan yang nyata adalah baik.
6.      Menurut Humo (Inggris) : keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang.
7.      Menurut Hemsterhuis (Belanda) : Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat – singkatnya paling banyak memberikan pengamatan – pengamatan yang menyenangkan itu.
8.      Menurut Emmanuel Kant : Meninjau keindahan dari dua segi. Pertama dan segi arti yang subyektif dan kedua dan segi arti yang obyektif.
a.     Subyektif : Keindahan adalah sesuatu yang tanpa direnungkan dan tanpa sangkut paut dengan kegunaan praktis, tetapi mendatangkan rasa senang pada si penghayat.
b.   Obyektif : Keserasian dan suatu obyek terhadap tujuan yang dikandungnya, sejauh  obyek ini tidak ditinjau dan segi gunanya.
9.      Menurut Al Ghazzali : Keindahan sesuatu benda terletak di dalam perwujudan dan kesempurnaan, yang dapat dikenali kembali dan sesuai dengan sifat benda itu. Bagi setiap benda tentu ada perfeksi yang karakteristik, yang berlawanan dengan itu dapat dalam keadaan – keadaan tertentu menggantikan perfeksi karakteristik dari benda lain. Apabila semua sifat – sifat yang mungkin terdapat di dalam sebuah benda itu merupakan representasi keindahan yang bernilai paling tinggi; apabila hanya sebagian yang ada, maka benda itu mempunyau nilai keindahan sebanding dengan nilai – nilai keindahan yang terdapat di dalamnya. Misalnya, sebuah karangan yang paling indah ialah yang memiliki semua sifat – sifat perfeksi yang khas bagi karangan, seperti keharmonisan huruf – huruf, hubungan arti yang tepat satu sama lainnya, pelanjutan dan spasi yang tepat dan susunan yang menyenangkan.
               Selain itu, Al Ghazzali juga menambahkan rasa keindahan lain yaitu ruh, yang disebut juga sebagai spirit, jantung, pemikiran, dan cahaya, yang dapat merasakan keindahan dalam dunia yang lebih dalam yaitu nilai – nilai spiritual, moral, dan agama.
a.       Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bila mana dilihat.
b.      Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bila mana dilihat (Id qout visum placet).
c.       Khalil Gibran mengungkapkan bahwa Keindahan adalah sesuatu yang menarik jiwamu. Keindahan adalah cinta yang tidak memberi namun menerima.
d.      Menurut Baumgarten, Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian - bagian yang saling berhubungan satu sama lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri.
e.       The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan), dalam bahasa Inggris keindahan diterjemahkan dengan kata “Beautiful”, bahasa Perancis “Beau” , Italia dan Spanyol “Bello”, kata-kata itu ber asal dari bahasa Latin “Bellum”, akar katanya adalah “Bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “Bonellum” dan terakhir dipendekkan menjadi “bellum”.
   Pada dasarnya, manusia juga selalu berusaha untuk menjadi indah dengan cara memperindah diri, harta yang di miliki seperti rumah, mobil, motor dan juga perhiasan. Hal tersebut dilakukan manusia agar orang lain yang melihatnya tampak merasa bahwa dirinya adalah suatu keindahan. Kita harus dapat membedakan apa itu keindahan dan benda yang indah. Dalam hal itu, keindahan memiliki beberapa pengertian menurut cakupannya sebagai berikut :
1.      Keindahan dalam arti luas
Keindahan dalam arti luas adalah keindahan secara luas yang meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, keindahan jasmani dan juga keindahan intelektual.
                                                              i.      Keindahan seni : pembuatan hasil karya, seperti seni lukis, musik, ataupun seni patung.
                                                            ii.      Keindahan alam : penglihatan manusia akan pesona alam sekitar, seperti pemandangan air terjun, pemandangan kebun teh, dan pemandangan pantai dengan air laut yang biru.
                                                          iii.      Keindahan moral : dapat dilihat dari sikap dan perilaku manusia, seperti seorang anak mencium tangan kedua orang tuanya ketika akan pergi keluar rumah.
                                                          iv.      Keindahan jasmani : keindahan yang dimiliki oleh manusia berdasarkan jiwa dan raga, seperti seseorang yang tidak sombong saat mendapatkan sesuatu yang membuatnya menjadi orang sukses.
                                                            v.      Keindahan intelektual : keindahan dimana manusia dapat berfikir dengan cerdas atau dengan ilmu pengetahuan,  seperti musik yang harus dimainkan berdasarkan nada dan irama agar menghasilkan suatu karya yang indah.
2.      Keindahan dalam arti estetis murni
Keindahan ini menyangkut nilai estetis dari pengalaman seseorang dalam segala hubungan yang ada. Berdasarkan pancaindera seperti penglihatan ataupun pendengaran akan suatu hal.
3.      Keindahan dalam arti terbatas
Keindahan dalam arti terbatas adalah keindahan yang lebih di spesifikasikan atau di sempitkan yang hanya berdasarkan penglihatan. Contohnya adalah penglihatan akan bentuk dan warna yang indah. Keindahan itu terlihat berdasarkan bentuk, warna, garis, dan kata – kata yang terbentuk dari suatu hal. Keindahan juga dapat disebut dengan suatu hal yang selaras antara satu dengan yang lainnya.
Selain itu, keindahan juga dibagi berdasarkan cakupannya adalah
sebagai berikut :
                              a.        Kualitas abstrak
       Kualitas abstrak adalah suatu karya seni yang dapat dilihat dengan keindahan                            serta  fungsinya.
                   Contoh : corak sebuah vas bunga memiliki fungsi berdasarkan gambaran atau                            coraknya.
                              b.       Keindahan sebagai sebuah benda
       Keindahan ini dibagi menjadi dua, yaitu :
1.      Keindahan objektif : keindahan yang ada pada objeknya.
2.      Keindahan subjektif : keindahan dari orang lain yang melihatnya.
Keindahan juga memiliki banyak nilai, yaitu nilai estetik.
Nilai estetik adalah suatu nilai keindahan yang dapat menarik miant seseorang atas keindahan itu sendiri. Nilai yang berhubungan dengan suatu keindahan adalah nilai estetik. Nilai estetik dibagi menjadi dua, yaitu :
1.      Nilai ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik suatu benda sebagai alat untuk benda lainnya. Sifat nilai ekstrinsik ini adalah untuk membantu.
Contoh : pantun yang terdiri atas baris, bait, rima, dan sajak yang akan disampaikan kepada orang lain.
2.      Nilai intrinsik
Nilai intrinsik adalah sifat yang baik dari benda yang saling berhubungan atau sebagai tujuan untuk kepentingan benda itu.
Contoh : pesan pantun yang disampaikan oleh seseorang kepada pembaca adalah nilai intrinsik.
                              i.        Kontemplasi dan ekstansi
                                             Kontemplasi adalah suatu dasar dalam diri manusia untuk menciptakan suatu keindahan dengan cara befikir dan merenungkan tentang nilai – nilai, makna, dan manfaat atas suatu karya yang akan di buat.
                                        Ekstansi adalah suatu dasar dalam diri manusia untuk menikmati,   mersasakan, dan menyatakan suatu keindahan.
Jika kontemplasi dan ekstansi di gabungkan, maka kontemplasi adalah sebagai faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi adalah faktor pendorong untuk merasakan, menilai, menyatakan, dan merasakan suatu keindahan tersebut.
                          ii.    Sebab manusia menciptakan keindahan
                                   Keindahan adalah sesuatu yang alamiah. Maksud dari alamiah itu sendiri adalah keindahan di ciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Berikut ini adalah penyebab atau alasan manusia menciptakan suatu keindahan.
1.      Tata nilai yang telah usang
Tata nilai berdasarkan adat istiadat sudah banyak yang tidak digunakan, karena dianggap menghambat, merugikan, dan mengorbankan nilai – nilai kemanusiaan.
2.      Kemerosotan zaman
Keadaan atau situasi yang merendahkan manusia disebut juga dengan kemerosotan zaman. Hal ini ditandai dengan sikap, perilaku, dan moral manusia yang telah rusak seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman. Maka dari itu, dapat di katakan hal – hal seperti itu sudah tidak lagi indah.

3.      Penderitaan manusia
Faktor yang membuat manusia menderita di dapat dari faktor eksternal maupun internal. Tetapi yang paling berpengaruh adalah faktor penderitaan yang disebabkan oleh manusia itu sendiri. Sifat manusia yang selalu ingin berkuasa secara berlebihan diatas orang lain yang membuat hal – hal tidak menyenangkan dan tidak indah.
4.      Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat diketahui melalui alam semesta baik di bumi ataupun sekitarnya. Alam terlihat sangat indah yang diciptkan oleh Tuhan. Tidak ada satu manusia pun yang dapat menciptakan suatu keindahan seperti alam. Manusia hanya dapat meniru apa yang diciptakan oleh Tuhan.
iii.      Makna keindahan
Keindahan adalah sesuatu yang menyebabkan seseorang senang ketika sedang melihat dan merasakannya. Keindahan adalah suatu hal yang teratur antara yang satu dengan yang lainnya. Keindahan di wujudkan oleh bentuk ukuran, perpaduan, dan keseimbangan.
Keindahan memiliki interaksi dengan yang lain, seperti keindahan manusia dengan berbagai benda, hubungan manusia dengan manusia lainnya, maupun hubungan manusia dengan Tuhan. Karena keindahan, hidup seseorang akan menjadi lebih indah, sejuk, tenang dan berwarna. Karena itu, keindahan sangat diperlukan oleh setiap orang selama hidupnya.
            iv.      Hubungan manusia dengan keindahan
Manusia sangat memiliki hubungan dengan keindahan. Karena manusia memiliki lima komponen yang sudah dimiliki sejak lahir, seperti nafsu, akal, ruh, hati, dan rahasia. Dengan adanya komponen tersebut, manusia tidak dapat dipisahkan oleh keindahan. Dengan adanya akal, manusia memiliki banyak keinginan yang menyenangkan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain di sekitarnya dengan mencari dan menemukan nilai – nilai, makna, manfaat dan tujuan dari sesuatu yang diciptakannya.
Kehendak dan keinginan manusia tentunya tidak terbatas. Namun dengan hal yang tak terbatas itu, manusia selalu berusaha untuk menciptakan suatu keindahan yang bertujuan untuk menyenangkan. Dengan adanya keindahan, kehidupan manusia menjadi nyaman dan bahagia. Maka, keinginan – keinginan yang dirasakan manusia tersebut dapat terwujud karena adanya akal sehingga menghasilkan sesuatu yang baik dan tepat.
Selain itu, manusia sangat membutuhkan keindahan. Karena keindahan adalah sebagian hidup manusia yang tidak dapat dipisahkan guna kenyamanan dan kebahagiaan selama hidupnya.
     B.     Renungan
Renungan adalah memikirkan sesuatu yang baru dialami atau yang belum pernah dialami oleh manusia.
Contoh : ketika seseorang ingin menciptakan suatu seni seperti lukisan, ia pasti akan memikirkan ide yang cocok atau lukisan yang ingin dibuat. Maka dari itu ia merenung sendiri atau pergi ke suatu tempat agar mendapatkan ide yang tepat untuk karya yang akan di ciptakannya.
Teori – teori dalam renungan :
1.      Teori pengungkapan
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf  Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.
2.      Teori metafisik
Merupakan salah satu teori yang paling tua, yaitu berasal dari Plato yang karyanya sebagian membahas tentang estetik filsafat,  keindahan dan teori seni. Seniman besar adalah seseorang yang dapat dengan renungannya dapat memahami ide – ide baliknya. Orang mengetahui bahwa firasat adalah dasar dari merenung.
3.      Teori psikologis
Teori psikologis merupakan penciptaan seni yang berdasarkan kejiwaan. Salah satunya ialah teori yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Seni merupakan semacam permainan yang menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.

     C.    Keserasian
      i.      Pengertian keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi yang artinya cocok, sesuai dengan perpaduan ukuran dan juga keseimbangan. Kata cocok mengandung makna perpaduan, pertentangan, ukuran, dan seimbang yang identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi akan tampak indah, dan yang tidak serasi akan tampak tidak indah. Keserasian dapat menciptakan keindahan. Misalnya ketika orang berpakaian, harus menyesuaikan musim atau warna kulit agar sesuai dan menciptakan suatu keserasian yang berakhir dengan keindahan.
Contoh : jika kita mempunyai rumah besar yang memiliki halaman luas, akan sangat cocok dan serasi apabila kita menanam halaman itu dengan bunga – bunga dan pohon yang rindang untuk menciptakan suasana rumah yang sejuk dan nyaman.
       ii.       Teori-teori keserasian
     Teori – teori keserasian adalah sebagai berikut :
1.      Teori objektif dan teori subjektif
a.       Teori objektif
Sifat atau kualitas yang melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang – orang yang mengamatinya.
b.      Teori subjektif
Ciri – ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda.
2.      Teori perimbangan
Teori perimbangan memiliki arti yang terbatas, yaitu kualitatif atau yang diungkapkan dengan angka. Keindahan hanya kesan subjektif dan berpendapat bahwa keindahan yang sebenarnya tercipta dan tidak ada keteraturan yaitu tersusun dari daya hidup, penggembaraan, perlimpahan, dan pengungkapan perasaan.

      iii.     Hubungan keindahan, renungan, dan keserasian
                     Suatu keindahan di dapatkan dari sebuah renungan, dimana seseorang memikirkan ide                  untuk menciptakannya. Keindahan itu sendiri terjadi bila adanya keserasian antara yang                       satu dengan yang lainnya sehingga membentuk sebuah keindahan yang nyata.
                     Maka dari itu, keindahan, renungan, dan keserasian adalah hal yang saling memadukan.                Tidak akan ada keindahan bila tidak ada renungan, tidak akan ada keindahan apabila tidak                   ada keserasian, tidak akan ada keserasian apabila tidak ada renungan. Sehingga hal – hal                      tersebut saling mempengaruhi dan tidak dapat dipisahkan.
     D.    Pengertian Tanggung Jawab
Pengertian tanggung jawab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu. Jadi, bertanggung jawab menurut kamus bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia terhadap tingkah lakunya terhadap suatu hal yang disengaja maupun tidak disengaja. Manusia adalah makhluk yang harus bertanggung jawab atas segala sesuatu yang diperbuatnya. Hal itu dikatakan karena manusia adalah makhluk sosial dan individual yang memiliki sejumlah peran selama hidupnya, sehingga tanggung jawab sangat diperlukan.
Dengan manusia adalah makhluk sosial, maka manusia tidak dapat hidup sendiri yang artinya selama hidupnya manusia memerlukan peran dan bantuan orang lain atau makhluk lain disekitarnya. Sebagai makhluk sosial, manusia harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan harus bertanggung jawab kepada Tuhan. Bertanggung jawab kepada Tuhan wajib hukumnya dengan mengikuti ajaran-Nya dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangan-Nya.
Tanggung jawab juga ada hubungannya dengan keberanian. Orang yang bertanggung jawab biasanya seseorang yang mampu menanggung semua resiko terhadap yang sudah dilakukannya. Ia dapat bersikap jujur kepada diri sendiri dan juga orang lain, serta ia adalah orang yang mandiri sehingga dapat menyelesaikan segala sesuatunya dengan baik. Selain itu, orang yang bertanggung jawab juga mampu berkorban untuk kepentingan orang lain.
Selain itu, para ahli memaparkan beberapa pengertian dari tanggung jawab seperti dibawah ini.
1.      Friedrich August Von Hayek
Pada hakikatnya hanya masing-masing individu yang dapat bertanggung jawab. Hanya mereka yang memikul akibat dari perbuatan mereka. Oleh karenanya, istilah tanggung jawab pribadi atau tanggung jawab sendiri sebenarnya “mubadzir”. Suatu masyarakat yang tidak mengakui bahwa setiap individu mempunyai nilainya sendiri yang berhak diikutinya tidak mampu menghargai martabat individu tersebut dan tidak mampu mengenali hakikat kebebasan.
2.      George Bernard Shaw
Orang yang dapat bertanggung jawab terhadap tindakannya dan mempertanggung jawabkan perbuatannya hanyalah orang yang mengambil keputusan dan bertindak tanpa tekanan dari pihak manapun atau secara bebas.
3.      Carl Horber
Orang yang terlibat dalam organisasi-organisasi seperti ini adalah mereka yang melaksanakan tanggung jawab pribadi untuk diri sendiri dan orang lain. Semboyan umum semua birokrat adalah perlindungan sebagai ganti tanggung jawab.
4.      Sugeng Istanto
Pertanggung jawaban berarti kewajiban memberikan jawaban yang merupakan perhitungan atas semua hal yang terjadi dan kewajiban untuk memberikan pemulihan atas semua hal yang terjadi dan kewajiban untuk memberikan pemulihan atas kerugian yang mungkin ditimbulkannya.
5.      Abdullah
Tanggung jawab adalah kemampuan seseorang untuk menjalankan suatu kewajiban karena adanya dorongan di dalam dirinya, biasanya disebut juga dengan panggilan jiwa.
6.      Agus
Definisi tanggung jawab adalah suatu bentuk sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya baik terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan alam, lingkungan sosial budaya, negara, dan Tuhannya.
7.      Magdalena
Pengertian tanggung jawab adalah suatu perbuatan untuk siap menanggung segala sesuatu hal yang muncul sebagai akibat dari dilakukannya suatu aktifitas tertentu.
8.      Ridwan Halim
Ridwan Halim mendefinisikan tanggung jawab hukum sebagai sesuatu akibat lebih lanjut dari pelaksanaan peranan, baik peranan itu merupakan hak dan kewajiban ataupun kekuasaan.
9.      Purbacaraka
Purbacaraka berpendapat bahwa tanggung jawab hukum bersumber atau lahir atas penggunaan fasilitas dalam penerapan kemampuan tiap orang untuk menggunakan hak atau/dan melaksanakan kewajibannya.
            Tanggung jawab juga berhubungan dengan kewajiban. Kewajiban itu sendiri memiliki pengertian suatu beban yang dilimpahkan kepada seseorang. Maka tanggung jawab berkaitan dengan kewajiban. Kewajiban dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1.      Kewajiban terbatas
Kewajiban terbatas adalah kewajiban yang dimiliki oleh setiap orang.  Contohnya adalah :
a.       Undang-undang larangan membunuh satu sama lain.
b.      Mencuri barang milik orang lain.
c.       Membuang sampah sembarangan.
2.      Kewajiban tidak terbatas
Kewajiban tidak terbatas adalah kewajiban yang dimiliki oleh semua orang. Tanggung jawab ini lebih kepada hati, seperti melaksanakan kebajikan dan keadilan. Orang yang melaksanakan tanggung jawab akan merasa bahagia dan lega, karena telah berhasil menuntaskan kewajibannya. Sedangkan orang yang tidak bertanggung jawab akan selalu mengalami kesulitan, karena ia tidak melaksanakan sesuai norma dan nilai-nilai yang berlaku.
Orang yang bertanggung jawab akan mencoba un­tuk selalu berbuat keadilan. Namun terkadang orang yang bertanggung jawab tidak dianggap adil karena lunturnya nilai-nilai dan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang demikian tentu akan mempertang­gung jawabkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Karena hanya Tuhan lah yang bisa memberikan hukuman atau cobaan kepada manusia agar manusia mempertanggung jawabkan atas segala perbuatannya selama di dunia.
Untuk melakukan tanggung jawab, manusia butuh kesadaran. Kesadaran berasal dari kata sadar yang berarti tahu atau ingat dan mengerti ataupun insaf. Dengan pengertian tersebut, kesadaran tidak mungkin dapat dilepaskan dari kesadaran moral yang berdasarkan atas nilai-nilai moral dan perilaku susila sesuai dengan norma yang berlaku. Oleh karena itu, kesadaran moral diartikan juga sebagai hati nurani yang merupakan suara hati yang baik, jujur, dan lurus.
Agar dapat mewujudkannya, kesadaran moral harus diikuti dengan tindakan dan tingkah laku yang baik, yaitu tingkah laku yang diperintahkan oleh hati nurani. Yang erat kaitannya dengan moral adalah kewajiban. Kewajiban berasal dari  kata wajib yang berarti harus dilakukan atau diamalkan. Ada macam-macam kewajiban sebagai berikut.
1.      Kewajiban terhadap diri sendiri
Pada waktu kecil, seorang anak sangat membutuhkan asi untuk kelangsungan hidupnya dan memerlukan suatu perlindungan dari segala macam bahaya dan ancaman. Setelah tumbuh besar, seorang anak itu membutuhkan makan dalam hidupnya. Oleh karena itu, manusia membutuhkan asupan makanan selama hidupnya. Selain itu, seseorang juga membutuhkan rumah untuk tempat berlindung dari terik matahari dan hujan. Dan manusia juga membutuhkan sandang untuk dirinya sendiri dan memerlukan kebutuhan-kebutuhan lain seperti kekeluargaan dan rasa aman serta tentram dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
2.      Kewajiban terhadap keluarga
Kewajiban terhadap keluarga biasanya dilakukan ketika seseorang sudah dewasa. Kewajiban ini biasanya didapatkan ketika sudah berkeluarga. Sebagai seorang manusia, pasti membutuhkan tempat tinggal dan bertanggung jawab kepada istri dan anak-anaknya.
3.      Kewajiban terhadap masyarakat
Kewajiban dalam bermasyarakat juga pada umumnya dilakukan ketika sudah dewasa. Biasanya ini sudah mulai diajarkan ketika seseorang masih kecil seperti belajar bergotong royong dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan seperti kerja bakti membersihkan sekitar rumah dan mengikuti organisasi-organisasi dalam lingkungan sekitar.
Setelah menikah, kewajiban dalam masyarakat pasti bertambah. Hal itu seperti keikutsertaan dalam menjaga ketentraman sekitar. Contoh kegiatan lain yang menggambarkan kewajiban dalam bermasyarakat adalah membagikan sembako, pemeriksaan kesehatan secara gratis, mengumpulkan sumbangan pakaian atau uang untuk membantu saudara-saudara yang terkena musibah.
4.      Kewajiban terhadap Tuhan
Kewajiban terhadap Tuhan harus dibiasakan atau diajarkan sejak anak-anak. Karena hal itu bermanfaat untuk masa depan anak agar lebih patuh dan taat kepada Sang Pencipta. Sebagai manusia, kita harus yakin dengan adanya kekuasaan yang jauh lebih tinggi daripada manusia, yaitu Tuhan yang menciptakan segalanya.
      Oleh karena itu, kesadaran manusia diperlukan untuk mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Contohnya adalah menjalani ibadah, membangun dan menjaga rumah ibadah, dan menjalankan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan.
5.      Kewajiban terhadap sesama manusia
Kewajiban terhadap sesama manusia harus diterapkan sebagaimana manusia diciptakan oleh Tuhan sehingga kita semua adalah bersaudara. Dengan itu, harus mulai ditanamkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama. Dengan adanya cinta dan kasih sayang, manusia tidak akan membedakan satu sama lain walaupun mereka berasal dari negara dan suku yang berbeda. Komunikasi yang baik juga dapat mewujudkan rasa persaudaraan yang tinggi.
Berdasarkan hal tersebut, rasa tanggung jawab terdapat dalam kesadaran moral manusia yang terdiri dari kewajiban yang harus dilakukan oleh manusia. Hal yang selalu berkaitan dengan tanggung jawab adalah kesadaran moral dan kewajiban yang dapat membuat kehidupan manusia menjadi bahagia.
            i.        Macam – Macam Tanggung Jawab
a.       Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Manusia berjuang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga juga dapat memenuhi kebutuhan orang lain.
b.      Tanggung jawab terhadap keluarga
Tanggung jawab ini contohnya adalah tanggung jawab seorang suami kepada istrinya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, kesejahteraan, dan ketentraman dalam keluarga.
c.       Tanggung jawab kepada masyarakat
Pada kenyataannya, manusia adalah makhluk sosial. Dengan itu manusia harus selalu bersikap dan berperilaku baik kepada sesama. Karena manusia selalu membutuhkan bantuan orang lain. Dengan bersikap baik kepada orang lain, pasti orang lain akan dengan senang hati membantu kita.
d.      Tanggung jawab kepada negara
Setiap manusia adalah warga nagara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat olah norma-norma dan aturan-aturan yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat sesuai keingannya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara sesuai dengan peraturan yang ada.

Dengan adanya tanggung jawab, manusia akan lebih bahagia dalam hidupnya. Manusia akan menanamkan sikap jujur dan saling menghargai satu sama lain. Tanggung jawab itu sendiri sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Manusia tanpa tanggung jawab tidak akan pernah hidup dalam ketenangan dan ketentraman.
      E.     Pengabdian   
i.                    Pengertian pengabdian
Wujud dari tanggung jawab adalah pengabdian. Pengabdian adalah perbuatan baik berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan terhadap suatu hal yang dilakukan dengan ikhlas atau tanpa pamrih.
ii.                  Macam-macam pengabdian :
1.      Pengabdian terhadap Tuhan
Manusia ada karena Tuhan, bukan ada karena sendirinya. Oleh karena itu kita perlu mengabdi kepada-Nya dengan cara taat dan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Dengan itu manusia dikatakan mengabdi kepada pencipta-Nya.
                  Contoh :    a. Menjalankan sholat lima waktu setiap hari.
b. Menjalankan ibadah puasa ramadhan.
                                    c. Menyayangi sesama umat manusia.
                                    d. Tidak mencuri barang yang bukan miliknya.
                                    e. Membantu sesama yang sedang terkena musibah.
            2. Pengabdian terhadap orang tua.
Orang tua adalah seseorang yang melahirkan, mengasuh, mengajarkan, dan memberikan kita perlindungan. Tanpa orang tua kita tidak akan pernah ada di dunia ini. Cinta dan kasih orang tua tidak akan pernah luntur kepada anaknya. Oleh karena itu, kita sebagai anak harus menghormati dan menyayangi kedua orang tua.
                        Contoh :          a. Membantu pekerjaan rumah orang tua.
b. Mengucapkan salam dan mencium tangan kedua orang tua saat akan meninggalkan rumah.
c. Tidak membantah kedua orang tua.
d. Selalu bersikap jujur kepada kedua orang tua.
3. Pengabdian terhadap masyarakat
Manusia adalah masyarakat yang bersosial. Ia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain dan saling membutuhkan. Apabila ada masyarakat yang selalu mengasingkan diri, ketika bencana menimpa dirinya, ia akan kesulitan karena ia kurang bersosialisasi dengan tetangga sekitarnya.
Oleh karena itu, kita harus hidup bermasyarakat dan mempunyai rasa pengabdian kepada masyarakat. Karena jika nama tempat tinggalnya baik, ia pun akan memiliki nama baik begitupun sebaliknya.
Contoh : kampung Mawar terkenal dengan pemudanya yang suka berkelahi dan mencuri. Sudah sekian banyak kasus yang terjadi setiap tahunnya, sehingga kampung Mawar di cap buruk oleh kampung lain. Maka dari itu, seseorang yang tinggal dikampung Mawar akan mendapatkan nama yang buruk akibat ulah kampung dan warganya yang lain.
            4.Pengabdian terhadap negara
                       Manusia adalah bagian dari suatu bangsa atau warga negara suatu negara. Karena itu                 seseorang harus mencintai bangsa dan negaranya sendiri. Mencintai ini biasanya diwujudkan               dalam bentuk pengabdian.
            Contoh :          a. Membeli produk lokal untuk kesejahteraan negaranya.
b. Menjaga nama baik bangsa dan negara dengan memenangkan berbagai prestasi dalam segala bidang.
c. Tidak berbuat buruk untuk nama baik negara dimata negara luar.
F. Pengorbanan
i. Pengertian pengorbanan
            Pengorbanan berasal dari kata korban yang artinya adalah persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan ini pengorbanan harus mengandung keikhlasan yang tidak mengandung rasa pamrih yang didasarkan kepada pemberian yang berasal dari kesadaran moral yang tulus dan ikhlas.
            Pengorbanan adalah pemberian untuk menyatakan kebaktian, pengabdian seseorang yang dapat dipahami dan dirasakan. Misalnya, pengorbanan orang tua terhadap anaknya dengan cara bekerja keras menafkahi keluarga bagi ayah dan mengurus anak-anak bagi ibu. Hal tersebut pasti dialami oleh semua manusia tidak memandang darimana ia berasal. Contoh lain adalah pengorbanan seorang ibu untuk melahirkan anaknya dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Hal itu adalah alasan mengapa kita harus patuh dan hormat kepada kedua orang tua terlebih ibu. Karena beliaulah yang mengorbankan segala hidupnya untuk anaknya.
            Seperti perjuangan para pahlawan untuk menjadikan negara Indonesia adalah salah satu contoh pengorbanan terhadap negara. Mengorbankan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap ancaman yang dapat merenggut nyawanya adalah suatu hal yang mulia demi bangsa yang damai dan merdeka.
            Pengorbanan itu sendiri adalah wujud dari pengabdian. Seseorang yang rela berkorban dikatakan sebagai manusia yang memiliki kesetiaan penuh terhadap suatu hal. Karena cinta dan kasih sayang yang sudah tertanam dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab yang melahirkan pengabdian dan pengorbanan. Tiga hal itu sangat berkaitan dan saling berkesinambungan satu sama lain.



           


                                  BAB III
                   PENUTUP

      
       A.    Kesimpulan
                    Keindahan adalah sesuatu yang alamiah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Keindahan berhubungan dengan suatu kelarasan,  kesatuan, dan keseimbangan. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa keindahan terbentuk dari keselarasan dan keseimbangan antara bentuk, warna, susunan, garis, nada, dan kata – kata. Keindahan tersebut tidak dapat terlepas dari manusia, karena manusia sangat membutuhkannya untuk kelangsungan hidup mereka dan saling ketergantungan. Untuk mengetahui suatu keindahan diperlukan hal – hal lain seperti renungan dan keserasian yang dapat menciptakan suatu yang indah.
                   Tanggung jawab adalah kesadaran manusia terhadap suatu hal yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab saling berkaitan dengan pengabdian dan pengorbanan. Tanggung jawab adalah soal keberanian. Orang yang berani bertanggung jawab berarti ia mampu menerima segala resiko terhadap apa yang telah diperbuatnya.
                    Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang memiliki sifat jujur, adil, bijaksana, dan mandiri karena ia mampu menyelesaikan masalahnya dengan tanggung jawab yang baik. Tanggung jawab melahirkan suatu pengabdian dimana suatu perbuatan baik yang memiliki kesetiaan akan suatu hal dan dilandasi dengan keikhlasan. Ketika pengabdian itu ada, muncul rasa pengorbanan. Ketiga hal tersebut saling berkaitan satu sama lain. Ketika ketiga hal tersebut berhasil dilakukan seseorang, maka dalam hidup seseorang itu akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa.


      B.     Saran
            Keindahan pada dasarnya  dapat dinikmati dan di nilai berdasarkan cara pandang masing – masing orang. Dengan ilmu pengetahuan, pasti pandangan orang terhadap suatu hal akan berbeda. Tanggung jawab pada dasarnya  dapat dilakukan oleh setiap orang tergantung bagaimana cara melakukan dan niat dari seseorang. Ketika seseorang dapat melaksanakan tanggung jawabnya, maka hidup akan lebih bahagia dan nyaman.
            




                                                                 DAFTAR PUSTAKA


Whidagdo, Djoko. 2002. Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Jakarta: PT. Raja Geapindo Persada
Sulaeman, Munandar. 1998. Ilmu Budaya Dasar Suatu Pengantar. Bandung: Refika Aditama
Tri Prasetya, Joko. 2004. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: PT. Asli Mahasatya




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Rakyat dan Metode Alamiah

Dampak Negatif Penggunaan Internet

Internet Addiction