Proses Penciptaan Alam Semesta
MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR
“Proses terjadinya
Alam Semesta”
NAMA
: LATIFA SEKAR PALUPI
NPM : 13518751
KELAS : 1PA03
DOSEN : APRILIA MAHARANI AYUNINGSIH
Alam semesta (the universe) adalah ruang
yang tidak terbatas, tidak dapat diukur atau batasannya tidak dapat diketahui
dengan jelas yang didalamnya terdiri atas semua materi seperti galaksi,
bintang, matahari, nebula, planet, meteor, asteroid, komet dan bulan. Namun
selain materi tersebut, sebenarnya masih banyak lagi tetapi masih menjadi
rahasia yang belum terungkap karena alam semesta tidak memiliki batasan yang
pasti. Alam semesta adalah fana. Dimana terbentuk dari penciptaan, proses yang
tadinya tidak ada menjadi ada, dan akhirnya hancur.
Teori terbentuknya alam semesta :
1.
Teori
Ledakan Besar ( The Big Bang Theory)
Menurut teori ini,
alam semesta terbentuk karena ada suatu massa dan berat jenisnya yang sangat
besar mengalami :
a. Ledakan
yang sangat besar karena ada suatu reaksi yang terjadi pada inti massa yang
energi dan temperaturnya sangat tinggi.
b. Setelah
terjadi ledakan yang amat besar, massa-massa hasil ledakkan terpental jauh dan
berserakan dengan kecepatan yang sangat tinggi.
c. Beberapa
miliar tahun kemudian, massa-massa kecil yang berserakan tersebut membentuk
suatu kelompok yang disebut juga dengan galaksi dalam sistem tata surya.
Dimana pada teori big bang ini sebuah ledakan besar ini dari satu titik yang memiliki kerapatan luar biasa sekitar 50 juta ton per cm kubik.
Dimana pada teori big bang ini sebuah ledakan besar ini dari satu titik yang memiliki kerapatan luar biasa sekitar 50 juta ton per cm kubik.
2. Teori Mengembang dan Memampat (The Oscillating
Theory) atau Teori Ekspansi dan Konstraksi

Menurut teori ini, alam semesta terjadi karena :
a. Siklus materi yang berawal dari masa ekspansi (masa mengembang) karena adanya reaksi di inti hidrogen.
b. Lalu terbentuklah galaksi-galaksi setelah sekitar 30 miliar tahun.
c. Setelah itu, galaksi-galaksi dan bintang meredup lalu memampat yang diawali dengan keluarnya pancaran panas yang sangat tinggi.
d. Setelah memampat, tahap selanjutnya adalah mengembang dan pada akhirnya memampat kembali.
Teleskop Hubble mengamati luar angkasa dan telah membuktikan bahwa bintang dan galaksi di luar angkasa bergerak saling menjauh yang berarti alam semesta mengembang.
Penciptaan alam semesta dan bumi dalam
Al-Qur’an :
1.
Masa
Pertama
Pada masa
awal, terjadi ledakan besar (big bang) yang mengakibatkan adanya ruang yang
tidak terbatas, waktu, materi dan terbentuk awan debu yang berkondensasi dan berputar
serta memadat sehingga terbentuklah hidrogen, pada saat awan debu bersuhu 20
derajat celsius terbentuklah helium dan sinar infra merah.
2.
Masa
kedua
Selanjutnya di
masa kedua terjadi proses pengembangan dan penyempurnaan dimana alam semesta
mengembang, galaksi memiliki jarak yang berjauhan sehingga terjadi proses
evolusi atau perubahan.
3.
Masa
ketiga
Pada masa
ini, terbentuk matahari yang selalu berotasi atau berputar yang merupakan
sumber cahaya dan penyebab terjadinya siang dan malam.
4.
Masa keempat
Masa ini
mulai terbentuk planet-planet akibat dari hasil ledakan yang berserakan. Salah satunya
adalah bumi. Namun pada saat itu, planet-planet hanyalah berupa daratan
bebatuan yang suhunya masih sangat tinggi.
5.
Masa kelima
Pada masa
kelima, bumi tempat kita tinggal sudah mengalami perubahan atau evolusi
sehingga bumi yang sebelumnya tidak mempunyai air, jadi ada air karena adanya
hantaman dari komet. Hidrogen yang ada di komet membentuk uap air setelah
bereaksi dengan unsur-unsur yang ada di bumi dan jadilah hujan. Akibatnya,
tumbuhan mulai bermunculan.
6.
Masa keenam
Pada masa
terakhir, mulai terbentuklah gunung sebagai pencegah agar tanah tidak mudah
goyah. Setelah itu mulai ada hewan dan juga manusia.
Sumber
:
Hartono. 2007. Geografi 1-Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional
Kosmologi/Studi Struktur dan Asal Mula Alam
Semesta e-book - Fabian H. Chandra
Penciptaan Alam Semesta e-book – Harun Yahya



Komentar
Posting Komentar